Sabtu, 11 Juli 2009

Uang Kepeng, Suvenir Unik dari Desa Kamasan

Uang kepeng sangat dekat dengan kehidupan masyarakat di Bali. Uang dengan lubang di tengahnya itu diduga masuk ke Bali sejak abad ke-7 pada era Dinasti Tiang berkuasa di dataran Tiongkok. Saat itu. di Bali, uang tersebut berfungsi sebagai alat tukar. Belakangan, seperti yang tersurat dalam prasasti Sukawana yang berangka tahun 882 Masehi, uang kepeng ditengarai telah mempunyai fungsi sebagai sarana upacara agama Hindu di Bali. Dari jenisnya, uang kepeng yang beredar di Bali merupakan produksi China, Korea, Jepang dan Indonesia sendiri.

Pada zaman dahulu uang kepeng merupakan satuan terkecil sehingga paling mudah untuk menentukan jumlah satuan baik sebagai alat tukar maupun sebagai sarana upacara. Namun kini, karena jenis uang itu semakin langka, dalam beberapa hal nilai uang itu kerap diganti dengan koin yang berlaku saat ini sesuai dengan nilai tukarnya.

Sejak 2002 Pemerintah Provinsi Bali melakukan upaya untuk melestarikan produksi uang kepeng. Produksinya dipusatkan di desa Kamasan, Klungkung, sekitar 40 kilometer dari Kuta. Sejak saat itu, uang kepeng diproduksi secara rutin. Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana upacara, juga sebagai suvenir. Dalam sehari sedikitnya 5 ribu keping uang kepeng diproduksi di desa itu. Harga satu kepingnya relatif murah, yakni Rp 700.


Jenis-jenis suvenir yang berbahan uang kepeng ini sangat beragam, antara lain liontin, gelang tamiang (perisai), patung, dan berbagai bentuk miniatur rumah. Kisaran harga suvenir tersebut antara Rp 25 ribu sampai Rp 7,5 juta.

Alamat workshop industri uang kepeng desa Kamasan ini adalah di jalan Br. Jelantik Kori Batu, desa Tojan, Klungkung. Bisa juga kalian kunjungi etalase mereka di Perum Puri Candra Asri Blok A/17 Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Telp. (0361) 468187, 464041, 4642219.

Rabu, 08 Juli 2009

Peti Emas Buat Michael Jackson



Los Angeles Kabar Michael Jackson akan dimakamkan dengan prosesi Islam sepertinya tidak akan terlaksana. Penyebabnya karena keluarga Jacko sudah memesan sebuah peti mati berlapis emas 14 karat seharga lebih dari Rp 256 juta. Padahal sesuai dengan ajaran Islam, jenazah yang akan dimakamkan biasanya cukup dibungkus dengan kain kafan.


Seperti detikhot kutip dari situs TMZ Jumat (3/7/2009), peti mati mewah itu bukan hanya dilapisi dengan emas, tapi juga dilengkapi dengan bantalan kasur yang empuk. Kasur tersebut dilapisi beludru halus berwarna biru tua. Bahan dasar peti itu terbuat dari perunggu.


Entah siapa yang punya ide memesan peti mati tersebut. Tapi perusahaan Batesville Casket Company, tempat peti mati itu dibuat telah mengkonfirmasi kalau pihaknya menerima pesanan dari keluarga Jacko.


Pembelian peti mati berlapis emas itu juga mementahkan kabar kalau Jacko akan dimakamkan dengan peti mati tembus pandang. Kabar tersebut berhembus seiring dengan rencana pemakaman King of Pop tersebut di Neverland. Namun seperti sudah diberitakan, tidak akan ada pemakaman di tempat yang dibangun Jacko bak negeri impian itu.


Jacko rupanya juga bukan orang pertama yang dimakamkan dengan peti berlapis emas. Sebelumnya jenazah penyanyi James Brown juga di masukkan ke dalam peti mati sejenis.(fjr/fjr)detik.com


Selasa, 07 Juli 2009

Hindari Flu Babi, Jangan Bepergian Jika Flu

Setelah menunggu beberapa hari hasil konfirmasi mengenai positif tidaknya dua pasien yang diduga terjangkit influenza A-H1N1 alias flu babi, Jumat (3/7/2009) lalu, kedua pasien tersebut yakni Tayla Marlo (14) dan James Antonuccio (8) diperbolehkan pulang karena Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI di Jakarta menyatakan keduanya negatif mengidap influenza tersebut.

Namun selang setengah jam setelah kepulangan kedua bocah itu, ruang Nusa Indah RSUP Sanglah kembali menerima satu pasien terduga influenza A-H1N1. Pasien itu diidentifikasi bernama Richard Clark (26), berkewarganegaraan Inggris. Richard kini berada satu bangsal bersama Troels Munk, 84, yang datang sehari Kamis (2/7) lalu.

Kehadiran Troels dan Richard menambah jumlah pasien yang saat ini dirawat dengan status terduga influenza A-H1N1 dirawat di Sanglah menjadi enam orang. Lima pasien lainnya adalah Ryan wood (23) dan Arron Michael (24), keduanya berkewarganegaraan Australia, Gerry O Brian (43) dengan status kewarganegaraan Jerman, dan Brian Ariel Schargorodsky (22) asal Argentina.

Untuk mengurangi dampak pandemi Flu H1N1, I Gusti Ngurah Mahardika Ahli Virus dan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, mengatakan agar masyarakat tidak perlu panik. Dia memberikan tip sederhana untuk menghindari serangan flu H1N1 ini yakni:

1. Jangan bepergian jika flu. Istirahat yang baik membantu mengurangi penyebaran dan mempercepat kesembuhan.
2. Lakukan etika batuk dan bersin yakni menutup hidung dan mulut dengan kertas tisu atau sapu tangan.
3. Jika harus bepergian, pakailah masker yang baik!
4. Jika curiga flu H1N1, datangi klinik-klinik kesehatan agar diperiksa.

(abe/jjb/kompas online/jp)


Berita Terkait:
Pelancong Aussie Positif Flu Babi
Bali Tingkatkan Bio Security untuk Tangkal Flu Babi