Selasa, 14 Juli 2009

Balangan, Pantai Indah di Cekungan Karang

Mau mandi cahaya matahari di pantai Bali? Pastilah di benakmu langsung terbayang pantai Kuta, Seminyak, Legian, Sanur, atau Nusa Dua. Tak salah,tentu. Pantai-pantai itu memang sangat terkenal bagi pelancong yang berkunjung ke Bali. Sekalipun sesungguhnya ada banyak pantai lain yang tak kalah indah dan menariknya. Sebut saja satu di antaranya yaitu Pantai Balangan, sebuah pantai eksotik denga suasana yang nyaman dan tenang karena tak disesaki oleh pelancong.

Ingin ke sana? Gampang! Dari Kuta, menujulah ke arah Selatan yakni ke kawasan Uluwatu. Ikuti saja jalan raya yang menuju obyek Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). Begitu tiba di depan kawasan GWK, terus saja hingga kamu menemukan perempatan di mana jalan ke kiri menuju Bali Cliff, jalan lurus menuju Uluwatu, dan yang ke kanan menuju Pantai Balangan. Ikuti saja jalan itu. Begitu mentok, sekitar lima kilometer dari perempatan, kamu sudah sampai di pantai tujuan.

Untuk mencapai bibir pantai, kamu harus menuruni jalan setapak yang sedikit curam. Santai saja, sebab setelah itu kamu akan menjumpai hamparan pantai dengan pasir putih bersih yang sangat indah. Dan, ketika kamu tiba di sana, bisa jadi hanya kamu dan beberapa turis bule yang sedang menikmati keindahan itu. Tidak ada pedagang acung, tukang pijat, atau pedagang lain yang mengganggu.

Pantai Balangan memang tersembunyi. Ia dibatasi oleh tebing setinggi sekitar tujuh meter yang bagian melesak ke dalam karena terkikis air pasang. Di bagian barat, pantai ini dibatasi oleh tebing yang lebih tinggi. Tebihng ini tampak hijau arena ditumbuhi oleh pepohonan karang. Di tengah-tengah cekungan tebing timur dan tebing barat inilah pantai Balangan terhampar.

Di situ, tak ada café yang gemerlap macam yang terlihat di Kuta, Legian atau Seminyak. Yang ada, cuma enam kafe sederhana yang berjajar di antara pohon-pohon kelapa sepanjang pantai. Café-café itu sekaligus berfungsi sebagai penginapan dengan tarif sekitar Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per malam.

Karena letaknya berdekatan dengan pantai Dreamland, pada saat ombak surut, kamu bisa berjalan kaki menyusuri pantai menuju kawasan tersebut. Sungguh mengasyikkan. Tapi berhati-hatilah dengan karang-karang tajam yang terdapat di beberapa lokasi.

Sanghyang,Tari Bali Purba

Oleh: Agung Bawantara

Di Bali, saat ini, masih hidup beberapa tarian sakral yang hanya dapat disaksikan pada saat-saat khuusus. Tarian tersebut antara lain tari Sanghyang yang ditarikan dalam rangkaian sebuah upacara suci. Jarang sekali tari macam ini dipertunjukkan sekedar sebagai sebuah tontonan belaka, kecuali ada permintaan khusus dengan syarat tertentu.

Soal tari, di Bali terdapat puluhan jenis tarian. Oleh pakar tari Prof. I Made Bandem, semua tari itu dipilah ke dalam tiga kelompok besar yakni tari Wali(sakral),bebali (dipertunjukan dalam rangkaian upacara), dan balih-balihan (semata-mata untuk hiburan). Nah, tari Sanghyang termasuk ke dalam kelompok tari Wali.

Tari Sanghyang merupakan "purba" dengan gerak dan lagu pengiring yang sangat sederhana. Namun,simbol-simbol dalam kesederhanaan itu mempu membuat penarinya kerauhan (trance) dan bergerak seperti tokoh yang dilakonkan. Misalnya,seperti bidadari, babi hutan, monyet, atau kuda. Tari ini adalah warisan budaya Pra-Hindu yang dimaksudkan sebagai penolak bahaya dengan cara membuka komunikasi spiritual antara manusia dengan mahluk-mahluk gaib untuk menjaga keseimbangan semesta.

Tari Sanghyang dibawakan oleh penari laki-laki maupun perempuan dengan iringan paduan suara yang menyanyikan tembang-tembang pemujaan. Di beberapa daerah, seperti di Sukawati-Gianyar, tari ini juga diiringi dengan Gamelan Palegongan.

Di dalam Tari Sanghyang, ada tiga unsur penting yang wajib hadir yaitu asap/ api, Gending Sanghyang dan medium (orang atau boneka).Penyelenggaraannya melalui tiga tahap penting diawali dengan nusdus yaitu upacara penyucian medium dengan asap/api, kemudian dilanjutkan dengan masolah. Pada tahap ini, penari yang sudah trance mulai menari. Tahap terakhir, ngalinggihang yakni mengembalikan kesadaran medium dan melepas roh yang memasuki dirinya agar kembali ke asalnya.


Sanghyang Jaran

Tari ini ditarikan oleh seorang laki-laki. Penari tersebut mengendarai sebuah kuda-kudaan dari pelepah kelapa. Penari biasanya trance oleh kehadiran roh kuda tunggangan dewa. Keadaan itu terjadi setelah para penynayi pengiring melanunkan gending sanghyang sambil berkeliling dengan mata terpejam. Begitu trance, si penari akan berjalan dan berlari-kecil. Kakinya yang telanjang akan menginjak-injak bara api batok kelapa yang terhampar di tengah arena.

Tari Sanghyang Jaran biasanya digelar pada saat situasi krisis atau saat masyarakat dalam keadaan prihatin. Misalnya, saat mereka terserang wabah penyakit atau kejadian lain yang meresahkan.

Selain Sanghyang Jaran (Kuda), beberapa jenis tari Sanghyang yang hingga kini masih hidup di Bali adalah:Sanghyang Dedari(Bidadari), Sanghyang Deling (Boneka), Sanghyang Sampat (Sapu), Sanghyang Bojog (Monyet), dan Sanghyang Celeng (Babi Hutan).

Foto Sanghyang Jaran: I Nyoman Wija (Radar Bali)

Senin, 13 Juli 2009

Hotel Taman Rosani, Murah dan Nyaman di Utara Kuta

Hotel yang cukup nyaman ini terletak di kawasan Petitenget, lima kilometer di utara Seminyak. Kawasan ini tenang dan nyaman. Cocok untuk kamu yang menyenangi suasana hening, sekaligus berminat mengunjungi kawasan ramai, penuh aneka hiburan dan pilihan restoran macam Kuta, Legian, Seminyak dan Oboroi. Dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai hotel Taman Rosani ini dapat kamu capai dengan hanya berkendara selama 25 menit.

Yang unik pada hotel ini adalah seluruh kamarnya (berjumlah 36) menghadap ke kolam renang yang asri. Sehingga, setiap penghuni dapat bersantai di beranda kamar sembari menikmati keindahan kolam yang dikitari tetamanan. Setiap kamar di hotel ini dilengkapi AC, TV satelit, mini bar, meja kopi, telepon, shower dan beranda.

Selain kolam renang, layanan dan fasilitas di Hotel Taman Rosani adalah restoran “Tunjung Biru” yang menyediakan berbagai hidangan yang lezat; bar dan karaoke; happy hour setiap hari di “Wet-Wet Pool Bar”; meja bilyar; sauna; pijat tradisional dan aromatic; perawatan rambut, kuku, kaki dan tato.

Untuk memudahkan kamu menuju hotel ini, dari Bandara kamu bisa menggunakan jasa angkutan taksi dengan biaya Rp 80 ribu.

Superior Room
01 April - 24 Desember 2009 dan 06 Januari 31 Maret 2010: Rp 300 ribu

25 - 30 Desember 2009 dan 01 – 05 Januari 2010 : Rp 400 ribu

31 Desember 2009 : Rp 700 ribu (satu orang) Rp 1 juta (dua orang)


Suites
01 April – 24 Desember 2009 dan 06 Januari - 31 Maret 2010 : Rp 350 ribu

25 - 30 Desember 2009 dan 01 – 05 Januari 2010 : Rp 500 ribu

31 Desember 2009 : Rp 800 ribu ( satu orang) Rp 1,1 juta (dua orang)


(abe/jjb)