Jumat, 31 Juli 2009

"Edu Wisata", Wisata Alternatif di Pulau Dewata

Ini adalah tawaran paket wisata yang menarik untuk dilirik. Nama paketnya adalah “Edu Wisata”, yakni sebuah paket yang menggabungkan antara anjangsana, petualangan, pembelajaran dan hiburan. Dalam paket ini peserta akan diajak berwisata sembari belajar membuat topeng, melukis, menabuh, membuat sesajen dan menari. Di samping itu, peserta juga diajak bertualang mendaki gunung, bersepeda, tree top, dan arung jeram.

Yang unik lagi, selain berwisata peserta juga diajari membuat video dokumentasi atau video clip. Jadi selama berwisata peserta diarahkan untuk memebuat sendiri video dokumentasi atau video clip. Sehingga begitu meninggalkan Bali, peserta sudah memiliki sebuah karya ideo yang teredit rapi.

“Paket macam begini penting bagi keluarga atau sekolah untuk menyegarkan hubungan dan membangun kebersamaan di antara anggota keluarga atau murid-muridnya,” papar Maria Ekaristi, si pengelola paket, menerangkan.

1. PAKET EDU PADMA (Rp 13.200.000 per orang - di luar pajak)
Aktivitas: belajar menari Bali, belajar membuat topeng, belajar melukis wayang Kamasan, belajar memasak masakan Bali, Rafting, Cycling, Tree Top, menunggang gajah, membajak sawah dan menanam padi, water sport activity, menonton Kecak Api.
Lokasi: Danau Beratan & Kebun Raya Eka Karya, Tanah Lot, Kintamani, Tampaksiring, Goa Gajah, Candi Gunung Kawi, Tenganan, Tanjung Benoa, GWK, Dreamland, dan Uluwatu.
Peserta minimal: enam orang.
Durasi : tujuh hari - enam malam
Harga meliputi: Biaya menginap di Hotel bintang lima, camping area di Toya Bungkah, transportasi, meals, guide, dokumentasi, pelatihan video, asuransi dan tiket masuk ke tempat-tempat wisata.
Acara khusus untuk paket Edu Padma adalah camping semalam di Toya Bungkah.

2. PAKET EDU SANDAT (Rp 10.800.000 per orang - di luar pajak)
Aktivitas: Belajar menari Bali, Belajar membuat topeng, Belajar melukis wayang Kamasan, Belajar memasak masakan Bali, Rafting, Cycling, Menunggang gajah, Membajak sawah dan menanam padi, Menonton Kecak Api.
Lokasi: Danau Beratan & Kebun Raya Eka Karya, Tanah lot, Kintamani, Tampaksiring, Goa Gajah, Candi Gunung Kawi, Tenganan, GWK, Dreamland, Uluwatu.
Peserta minimal: enam orang.
Durasi: tujuh hari - enam malam
Harga meliputi: Biaya menginap di Hotel bintang tiga, camping area di Toya Bungkah, transportasi, meals, guide, dokumentasi, pelatihan video, asuransi dan tiket masuk ke tempat-tempat wisata.
Adapun acara khusus paket Edu Sandat adalah tinggal semalam di rumah penduduk.

3. PAKET EDU RATNA (Rp 7.500.000 per orang - di luar pajak)
Aktivitas: Belajar menari Bali, Belajar membuat topeng, Belajar melukis wayang Kamasan, Belajar memasak masakan Bali, Rafting, Cycling, Menunggang gajah, Mendaki Gunung Batur.
Lokasi: Danau Beratan & Kebun Raya Eka Karya, Tanah lot, Kintamani, Tampaksiring, Goa Gajah, Candi Gunung Kawi, Tenganan, GWK, Dreamland, Uluwatu.
Peserta minimal: 100 orang.
Durasi: tujuh hari - enam malam
Harga meliputi: Biaya menginap di Hotel bintang tiga, camping area di Toya Bungkah, transportasi, meals, guide, dokumentasi, pelatihan video, asuransi dan tiket masuk ke tempat-tempat wisata.
Acara khusus untuk paket Edu Ratna adalah camping semalam di Toya Bungkah

Tertarik? Ajak keluarga atau teman-teman untuk mengikutinya. Atau, bagi orang tua yang berminat, usulkan paket ini untuk mengisi liburan sekolah putra-putri Anda.

Penyelenggara paketnya adalah “Tiara Mas” beralamat di Jl. Akasia 28, Denpasar. Untuk menghubunginya anda bisa telepon atau kirim faksimili ke (0361) 232710. Bisa juga via e-mail: tiaramas@gmail.com.





Selasa, 28 Juli 2009

Bali Pulau Terbaik di Dunia Versi “Travel + Leisure”

Bali kembali dinobatkan sebagai Pulau Terbaik di Dunia versi majalah “Travel + Leisure” terbitan New York, Amerika Serikat. Sebelumnya, gelar ini diberikan kepada Bali pada tahun 2007. Namun pada tahun 2008, gelar tersebut diambilalih oleh Galápagos, sebuah kepulauan di Ekuador, Amerika Selatan.

Menurut pemimpin redaksi majalah “Travel + Leisure”, Nancy Novogrod, penobatan ini berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada pembaca majalah yang dikelolanya dengan tolok ukur penilaian yang ketat.

"Hasil tahun ini mencerminkan hasil penilaian dari pembaca kami dengan pertimbangan nilai ekonomi, keintiman, layanan, dan penemuan sebagai prioritas utama," ucapnya.

Beberapa kategori lain yang dikukuhkan antara lain KotaTerbaik di Dunia diraih oleh Udaipur, India, menggantikan posisi Bangkok; dan Maskapai Penerbangan Internasional Terbaik di dunia yang diraih oleh Singapore Airlines.

Berikut daftar selengkapnya dari hasil penetapan Penghargaan untuk tahun 2009:

World’s Best City : Udaipur
World’s Best Hotel : Bushmans Kloof Cedar Mountains, Afrika Selatan
World’s Best Island : Bali
World’s Best Large-Ship Cruise Line : Crystal Cruises
World’s Best Small-Ship Cruise Line : The Yachts of Seabourn
World’s Best International Airline : Singapore Airlines
World’s Best Domestic Airline : Virgin America
World’s Best Tour Operator : Austin-Lehman Adventures
World’s Best Car-Rental Agency : Sixt
World’s Best Destination Spa: Mii amo, A Destination Spa at Enchantment, Sedona.

Senin, 27 Juli 2009

Dua Kelompok Bule Gelar Duel di Legian

Ini sebuah kejadian menarik yang memprihatinkan. Sabtu (25/7) pukul 02.00 dini hari lalu, sekelompok pelancong asal Australia dan Prancis menyelesaikan perselisihan mereka dengan cara menggelar duel di arena yang mereka buat di tengah jalan Raya Legian. Menurut laporan harian “Radar Bali”, keributan ini bermula dari perselisihan dua orang pemuda Australia dan Perancis saat mereka sama-sama dugem di kawasan Legian. Entah bagaimana runut kejadiannya, tiba-tiba saja si pemuda Prancis telah menonjok pemuda Aussie. Hal itu terjadi beberapa meter dari diskotek EM-Bargo.

Melihat itu, keruan saja para Aussie lainnya jadi berang. Mereka memaki kelompok pemuda Prancis, yang tentu saja dibalas makian pula oleh para bule dari negeri Napeleon itu. Merasa kurang sreg hanya berperang makian, kelompok Aussie kemudian menantang kelompok Prancis untuk melakukan duel. Masing-masing kelompok mengutus jagonya untuk berkelahi satu lawan satu. Tantangan tersebut tak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan jawabannya. Begitu dilontarkan, kelompok Prancis langsung menyambutnya dengan heroik. Tak pelak, dalam beberapa menit saja jalan raya Legian langsung berubah menjadi arena duel. Kedua kelompok langsung membuat lingkaran dan mengutus jagonya masing-masing untuk adu jotos di tengahnya.

Mula-mula perkelahian itu berjalan dengan seimbang. Masing-masing jago tersebut mahir berkelahi. Namun, beberapa saat kemudian, jago Aussie terkena jotos dan kehilangan kontrol. Apalagi setelah jotosan kedua menghujam wajahnya dan sorak-sorai kelompok Prancis membahana, si Aussie semakin kehilangan kendali atas dirinya dan menjadi bulan-bulanan lawannya hingga terkapar tak berdaya.

Melihat lawannya lunglai, kelompok Prancis langsung bersorak dan meninggalkan arena. Namun, kelompok Aussie tak terima. Mereka mengejar kelompok Prancis dan menantangnya melakukan pertarungan lagi di areal ground zero (bekal lokasi ledakan bom 2002). Untung tantangan itu tak digubris oleh kelompok Prancis. Para pemuda dari negeri wine tersebut terus berjalan meninggalkan pemuda-pemuda Aussie yang marah dan melontarkan sumpah serapah itu.

Tentu ini bukan urusan antar negara atau antar etnis, atau antar apa pun. Menurut laporan, ini murni urusan emosi para pemuda mabuk yang tak bisa mengontrol dirinya. Bagi kamu, kejadian macam ini dapat menjadi pelajaran penting bahwa terkadang semangat mencari kesenangan yang tak terkendali dapat mengganggu kesenangan orang lain. Hindari hal ini atau acara liburanmu akan berantakan.(abe/jjb diolah dari laporan "Radar Bali" 27/07/2009)