Sabtu, 19 September 2009

Delapan Orang Cedera Akibat Gempa di Bali

Sedikitnya delapan warga mengalami cedera akibat gempa bumi yang mengguncang Bali pada Sabtu (19/9/2009) pukul 07:06:56 Wita. Ke-delapan warga yang semuanya tertimpa reruntuhan bangunan tersebut telah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar.

Menurut kepala sub bagian Hubungan Masyarakat RS Sanglah , IGN Putra Wibawa di Denpasar, rumah sakit terbesar di Bali itu deri delapan pasien cedera akibat tersebut terdiri dari dua orang warga Mengwi Kabupaten Badung dan enam orang berasal dari Kota Denpasar.

“Dari jumlah tersebut, tiga orang di antaranya mengalami patah tulang pada tangan dan kaki, dua mengalami cedera kepala ringan. Sisanya, luka lecet-lecet,” paparnya.

Kini, tiga orang yang mengalami patah kaki dan tangan itu tengah dirawat setelah menjalani operasi.

Berita Terkait:
Gempa 6,4 SR , Warga Panik, Turis Tenang

Gempa 6,4 SR , Warga Panik, Turis Tenang

Pagi-pagi, di akhir pekan (19/9/2009), ketenangan pendudk Bali terutama di wilayah selatan, dikejutkan oleh guncangan gempa berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada 101 km tenggara Nusa Dua. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situsnya mengumumkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 9,67 LS – 115,49 BT, dengan kedalaman 36 km. Diperkirakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Di kawasan Nusadua, gempa yang terjadi pada pukul 07.06.56 Wita ini membuat warga panik dan langsung berhamburan keluar rumah. Begitu juga warga di wilayah Denpasar dan sekitarnya. Mereka lari ke pinggir-pinggir jalan untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan buruk akibat guncangan keras tersebut. Namun, keterkejutan mereka segera reda karena dalam beberapa detik kemudian gempa langsung berhenti.

Di hotel-hotel berbintang, para tamu tampak tak begitu panik oleh gerakan bumi itu. Dari pantauan jalan-jalan bali di sejumlah hotel mewah seperti St. Regis Bali, Nusa Dua; The Laguna, Nusa Dua; dan Inna Grand Bali Beach, Sanur, para tamu tetap berdiam di kamar-kamar mereka.

Linda, Buttler Service St. Regis Bali menduga keadaan tersebut karena sebagian tamu tersebut yakin dengan keamanan bangunan tempatnya menginap.

“Mungkin juga karena gempa ini hanya beberapa detik saja,” imbuhnya sembari menuturkan bahwa setelah gempa beberapa tamu menelepon dari kamar mereka menanyakan informasi apakah gempa tadi berpotensi Tsunami.

Di Singaraja dan Klungkung, guncangan gempa juga terasa. Seperti di Denpasar, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tapi karena tak berlangsung lama warga kembali beraktivitas seperti biasa begitu gempa reda.

"Saya malah belum sempat keluar dari kamar, gempanya sudah berhenti," tutur Anak Agung Istri Sayang, warga jalan Kartini, Semarapura, Klungkung.

Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.

Jumat, 18 September 2009

Asyik Ngopi di Bali

Ngopi adalah aktivitas bersantai yang memiliki kenikmatan yang luar biasa. Bagi penggemar kopi, ritual minum kopi bukan sekadar meminum secangkir cairan nikmat, melainkan juga merasakan semacam asupan gairah yang membuat mereka lebih bersemangat melakukan aktivitas berikutnya. Memang, minum kopi dalam jumlah yang cukup dalam suasana yang menyenangkan bermanfaat bagi kesehatan. Kafein yang terkonsumsi akan digunakan oleh tubuh sebagai pembangkit stamina dan membantu rilaksasi. Di Bali, tempat ngopi yang nyaman dan asyik bisa kamu temukan di banyak café atau gerai. Di tempat-tempat itu tersedia hidangan kopi dengan aneka cita rasa yang membuai.

Berikut alamat tempat-tempat ngopi yang dapat mengisi sela-sela liburanmu:

Bali Bakery
Jl. Hayam Wuruk 181, Tanjung Bungkak, Denpasar
Telp. (0361) 259255
Jl. Raya Kuta 39 A
Telp. (0361) 755149

Kopi Bali House
Jl. By Pass Ngurah Rai 4
Sanur 80361
Bali, Indonesia
Telp. (0361) 270 990

Black Canyon Coffee
Discovery Shopping Mall (Beach Front)
Kuta, Bali, Indonesia
Telp. (0361) 7807929

Gerai Starbucks
Hard Rock Hotel, Pantai Kuta
Discovery Mall Tuban, Kuta
Jalan Legian, Kuta
Bandara Ngurah Rai
Bali Collection Nusa Dua

Kopi Paras Cafe
Jln. Raya Puputan 110
Renon, Denpasar
Jl. Raya Legian, Kuta

Kopi Pot
Jln. Raya Legian No. 139, Kuta

Gloria Jeans Coffee
Kompleks Kuta Square, Kuta
Kompleks Istana Kuta Galeria, Kuta

Le Bake Shop
Jl. Setiabudi 27, Kuta

Exelso
Mal Bali Galeria
Jl. Simpang Dewa Ruci, Kuta
Jl. Raya Legian, Kuta

Cafe Batu Jimbar
Jl Danau Tamblingan 152, Sanur
Telp (0361) 287374

Jenggala Keramik Bali
Jl Uluwatu II Jimbaran,
Telp. (0361) 703311, 703318,

Cafe Bonsai
Pantai Sindhu, Sanur

Misterblek
Benny
Jl Tukad Barito No 2, Denpasar
Telp. 0812 3610000

Berbagai merek kopi produksi lokal juga banyak terdapat di Bali antara lain:



Kamis, 17 September 2009

Wisata Masjid di Bali

Mayoritas penduduk pulau Bali beragama Hindu. Namun, kehidupan beragama umat lain berjalan dengan baik. Tempat peribadatan agama-agama selain Hindu tersebar di seantero pulau yang terkenal dengan julukan “Pulau Seribu Pura” ini. Tempat peribadatan umat Islam misalnya, terdapat di hampir semua kabupaten di Bali. Di setiap kabupaten, rata-rata jumlahnya lebih dari dua masjid. Di akhir tulisan ini, tercantum alamat-alamat masjid di seluruh Bali.

Sekilas Islam di Bali
Agama Islam masuk ke Bali sudah terjadi pada abad XIV, yakni pada zaman kekuasaan Raja Dalem Waturenggong (1480-1550). Peristiwa tersebut terjadi ketika Dalem Waturenggong berkunjung ke Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Saat kembali ke Bali, beliau diiringkan oleh 40 orang pengawal beragama Islam. Ke-40 pengawal tersebut kemudian diijinkan menetap di Bali, bertugas sebagai abdi kerajaan Gelgel (Klungkung bagian Selatan). Mereka dianugerahi pemukiman dan membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Gelgel. Itulah masjid pertama di Bali.

Islam juga masuk ke Bali lewat Pulau Serangan pada awal Abad XVII. Pada saat itu para Ulama dan saudagar Islam serta Laskar Bugis merapat menggunakan perahu Pinisi. Kedatangan saudagar dan Ulama Bugis disambut hangat oleh Raja Puri Pemecutan, Badung, yang berkuasa saat itu. Pada saat itu, para raja di Bali teribat dalam konflik internal yang sengaja dikondisikan oleh pemerintah kolonial Balanda. Ikatan historis antara Kampung Islam Bugis Pulau Serangan dengan kerajaan Pemecutan Badung tetap kuat hingga kini.

Catatan sejarah lain masuknya Islam ke Bali yakni saat Raja Karangasem, Anak Agung Ketut Karangasem menyerang Pulau Lombok sekitar tahun 1690. Dalam penyerangan tersebut, Raja Karangasem berhasil menaklukkan kerajaan Pejanggik dan menguasai sebagian wilayah Kerajaan Mataram atas jasa Pangeran Dadu Ratu Mas Pakel, putra Raja Mataram. Sebagai tanda jasa Pangeran Dadu Ratu Mas Pakel beserta pengikutnya yang beragama Islam diberi tempat terhormat di Karangasem. Ketika meninggal, jasad Sang Pangeran dimakamkan di di Istana Taman Ujung. Komunitas inilah yang menjadi cikal-bakal kampong-kampung Islam di wilayah Karangasem.

Apalagi, beberapa dekade kemudian datang Sunan Mas Prapen (cucu Sunan Giri) mendirikan Masjid Ampel, sekitar 500 meter dari Puri Karangasem. Masjid tersebut dibangun di atas tanah seluas 4.500 meter persegi pemberian Raja Karangasem. Arsitektur Masjid Ampel Karangasem serupa dengan Masjid Ampel, Gresik Jawa Timur yang memiliki empat pilar sebagai 'soko guru' yang menopang atap bersusun dua. Pada sisi-sisi masjid terdapat tiga pintu masuk terbuat dari kayu. Di dalam masjid terdapat 12 pila-pilar pendukung pilar utama (soko guru).

Komunitas muslim lainnya di Bali tersebar di Banjar Saren Jawa, Desa Budakeling, Kabupaten Karangasem, Kepaon, Serangan (Kota Denpasar), Pegayaman (Buleleng) dan Loloan (Jembrana) dengan latar belakang dan riwayatnya masing-masing. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali Haji Ahmad Hassan Ali, mereka berasal dari sejumlah daerah di Nusantara antara lain Jawa, Madura, Lombok dan Bugis.

Akultutasi unsur Islam-Hindu yang terjadi ratusan tahun silam memunculkan ciri khas tersendiri, unik dan menarik. Sejumlah masjid yang ada di Bali menunjukkan perkawinan arsitektur Bali dan Arab.

Kalau kamu seorang Muslim yang hendak berwisata ke Bali, kamu bisa juga melakukan wisata masjid di Bali. Atau, setidaknya, kamu bisa berwisata sembari tetap bisa beribadah di masjid-masjid.

KABUPATEN JEMBRANA

Masjid B. Qodun

Jl Gn Puncak Jaya 17, Negara


KABUPATEN TABANAN

Masjid Agung Tabanan

Jl Kamboja, Tabanan

Masjid Misykatul Huda
Desa Bajera, Kec. Selemadeg, Tabanan


KOTA DENPASAR

Masjid Agung Sudirman

Jl. Sudirman, Denpasar

Masjid An-nur
Jl. Teuku Umar, Denpasar

Masjid Darussalam
Jl. HOS Cokroaminoto No. 155 Ubung - Denpasar

Masjid At-Taufiq
Br Tohpati Asrama Brimob, Denpasar

Masjid Al-Hikmah
Jl Soka 18, Denpasar

Masjid Raya Ukhuwah
Jl Kalimantan 19, Denpasar

Musholla Ubung
Terminal Ubung, Denpasar


KABUPATEN BADUNG

Masjid Ar-Rahmat
Jl. Raya Kuta

Masjid Al-Mujahidin
Jl. Raya Kuta, Gg. Rai Yasa, Kuta.
(Sekitar 50 meter di sebelah Hotel Ratna dan Hotel Puri Dibia atau Supermarket Supernova).

Masjid Asasut Taqwa
Kampung Bugis
Jl. I Gusti Ngurah Rai, Tuban
(Sekitar 20 m setelah melewati lampu lalu-lintas di pertigaan Bandara, Kuta dan Nusa Dua).

Masjid Al Ikhlas
Jl. Baucau, Komplek Bandara Ngurah Rai
(Di tengah-tengah kompleks perumahan karyawan Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, berdekatan dengan Hotel Patra).

Masjid Minhajul Athfal
Jl. Kediri, Tuban
(Di dalam komplek perumahan angkatan darat. Mudah terjangkau dari gerbang pintu keluar Bandara Ngurah Rai ke arah jalan Kartika Plaza).

Masjid Nurul Huda
Jl. Bandara Ngurah Rai, Tuban
(Di sebelah utara landasan pacu, dekat dengan patung Kuda di desa Tuban)

Masjid Baitut Taubah
Jl. Raya Bandara Ngurah Rai
(50 meter sebelum pintu masuk bandara, di sebelah kiri jalan)

Masjid Al Amin
Jl. Raya Tuban, Kompi Senapan A Yonif 900
(Di antara perbatasan desa Tuban dan desa Kuta)


Kawasan Nusa Dua

Masjid Agung Ibnu Batutah

Di pinggir jalan raya dari arah Nusa Dua menuju Uluwatu, sebelum Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. Pembangunan masjid ini dilakukan oleh Bali Tourism Development Center (BTDC) bersebelahan dengan tempat ibadah umat Kristen, Katholik, Hindu, dan Buddha.

Musholla Al Hidayah
Jl. Goa Gong No. 5, Banjar Santhi Karya, Ungasan

Masjid Al Fattah
Taman Griya, Jimbaran - Nusa Dua
(bersebelahan dengan toko Berkat dan Supermarket Pepito)


KABUPATEN BULELENG

Masjid Agung Jamik

Jl Imam Bonjol 65, Singaraja

Masjid Taufiq
Jl. Udayana, Singaraja


KABUPATEN GIANYAR

Masjid Agung Al Ala

Jl Kesatrian 16, Gianyar

Masjid Blah Batuh
Desa Sumabaung, Gianyar


Masjid Jami
Ubud


KABUPATEN KLUNGKUNG



KABUPATEN BANGLI


Masjid Jami

Pusat Kota Bangli


KABUPATEN KARANGASEM

Masjid Baitulrahman
Jl. Diponegoro, Karangasem

Masjid Kecicang
Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Masjid Jami An-Nur
di Kota Amlapura Karangasem

Masjid Agung Subagan
Desa Subagan, Karang Asem

Rabu, 16 September 2009

Batik Bali, Perkawinan Motif "Dalam" dan "Luar"

Memang masih relatif baru, namun perkambangan industri batik di Bali begitu pesat. Barangkali karena Bali menyimpan banyak potensi motif dan desain lokal. Puluhan desain batik khas Bali telah lahir. Dari yang berharga murah hingga yang selangit. Sejauh ini, harga pasaran rata-rata batik tulis yang beredar di Bali Bali yang berkualitas bagus berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta. Tingginya harga tersebut karena batik-batik tersebut dibuat dari kain bermutu dan digambar langsung dengan tangan serta menggunakan bahan pewarna alami seperti yang dibuat oleh Ida Ayu Pidada (dengan merek "Batik Wong Bali") atau oleh A.A. Inten Trisna Manuambari (dengan merek "Diamanta").

Itu yang berkualitas “wah”. Kalau yang berkualitas busana hari-hari, harganya tidak sampai setinggi itu. Paling-paling kisarannya antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 75 ribu.

Batik sendiri merupakan hasil kerajinan yang telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak berabad-abad lalu, khususnya di Jawa. Istilah “batik” konon berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik"yang berarti membuat titik. Secara bebas, kata “batik” merujuk pada teknik pembuatan corak dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna berupa malam (wax), yang diaplikasikan di atas kain. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, dan wol. Jika ada kain batik yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik di atas kain tersebut dinamakan kain bercorak batik, bukan kain batik. Kain macam itu biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak.

Di Bali, industri kerajinan batik dimulai sekitar dekade 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-cap menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kerapnya orang Bali mengenakan batik untuk berupacara --sebagai bahan kain maupun udeng (ikat kepala), mendorong industri batik di pulau ini terus berkembang dang maju. Kini di Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak-corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain.

Tips Memilih Kain Batik
Di toko-toko kerajinan dan toko kain di Bali, banyak dijual kain batik dengan berbagai corak dan kualitas. Untuk memudahkan memilih agar sesuai antara uang yang kamu keluarkan dengan kualitas barang yang kamu dapatkan, kenalilah terlebih dahulu jenis-jenis batik yang ada. Sekali lagi, dari segi teknik pembuatannya, ada empat jenis kain batik yang dijual orang, yaitu: batik tulis, batik cap, batik kombinasi tulis-cap, batik printing, dan batik cabut (perpaduan teknik printing dan tulis).

Untuk mengetahui apakah sehelai kain batik yang kamu pegang merupakan batik tulis atau yang lain, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Motif pada batik tulis meskipun polanya sama tapi bentuknya tidak pernah sama persis (asimetris). Ada bagian yang lebih kecil atau lebih besar dari gambar yang lain.
  • Aksen dalam setiap gambar tidak sama besarnya
  • Motif batik tulis asli biasanya memiliki aroma yang khas, warna yang digunakan berasal dari kulit-kulit kayu, dan bahan alami lainnnya.
  • Kain Mori yang dipakai biasanya lebih berat dibanding mori untuk jenis batik lainnya.

TEMPAT MEMBELI BATIK BALI:

Diamanta Puri Kebaya & Batik
Jalan Merdeka, Renon, Denpasar

Batik Galuh
Jln Raya Batu Bulan Gianyar – Bali
Telp. (0361) 298304 - Fax. (0361) 299486

Pithecan Thropus
Jl. Legian, Kuta

Ida Ayu Pidada
http://batikwongbali.blogspot.com



Senin, 14 September 2009

Anak Bintang, Menginap dan Peduli

Berwisata dan bersenang-senang, adalah sesuatu yang lumrah adanya. Tapi, berwisata sembari peduli terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial sekitar, langka adanya. Karena itu, Starwood Hotels & Resorts di Bali begitu bangga mempersembahkan program kepedualian sosial yang mereka tujukan bagi anak-anak dan keluarga di Bali dengan menyediakan helm untuk dipakai selama mereka berkendara motor. Program sosial tersebut mereka beri tajuk “Anak Bintang”.

Program sosial ini dibentuk dari sebuah kenyataan di mana banyak para orang tua di Bali berkendara sepeda motor dan membawa anak-anak mereka tanpa menggunakan helm pengaman. Bahkan, kerap anak yang mereka bawa tidak hanya satu, melainkan dua atau tiga anak sekaligus. Kesemuanya tak mengenakan helm. Dari situlah empat hotel yang berada di bawah naungan Starwood Hotels & Resorts seperti The Westin Resort Nusa Dua Bali, The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua, Bali, Le Meridien Nirwana Golf Spa Resort, dan The St. Regis Bali Resort tergerak untuk mengadakan aksi sosial sekaligus menggalang kepedulian para tamunya. Ke-empat hotel tersebut menyediakan sejumlah dana untuk membeli helm untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada anak-anak yang mereka pandang layak untuk menerimannya. Pada gelombang pertama, mereka memberikan helm-helm tersebut kepada naka-anak para mitra kerja (pegawai) dari ke-empat hotel ini.

Agar gerakan ini tak mandek hanya sampai di situ, ke-empat hotel ini akan mengetuk hati para tamunya untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi program sosial “Anak Bintang” tersebut.

Menurut, Sugeng Purnomo, Director of Marketing Communications The Laguna Resort & Spa, program sosial “Anak Bintang” ini merupakan salah satu perwujudan dari program Starwood Care yang salah satu programnya adalah Care to Community.

“Ini adalah sebuah bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan dan komunitas sekitar yang dilaksanakan oleh semua hotel yang berada di bawah naungan Starwood Hotels & Resorts, termasuk The Laguna,” paparnya.

Semangatnya, papar Sugeng, dengan menjaga keselamatan anak-anak adalah langkah penting bagi upaya membangun generasi mendatang yang cemerlang.