Kamis, 26 November 2009

Menikmati Sun Rise di Bedugul

Mungkin karena kendala jarak, tak banyak pelancong yang datang ke Bedugul untuk menikmati pemandangan indah dari tepian Danau Beratan saat matahari terbit. Padahal, pemandangan alam di sekitar danau pada saat matahari menyembul dari balik bukit, begitu memesona. Selama ini, pelancong memadati obyek wisata Bedugul pada siang hingga sore hari.Mereka biasanya datang untuk menikmati pemandangan dari tepian danau atau dari tengah danau dengan menumpang boat, berpose di pinggir danau dengan latar belakang pura Ulun Danu yang anggun, atau menyempatkan diri memancing ikan di dermaga-dermaga yang tersedia.

Hanya sedikit Pelancong yang mengunjungi Danau Beratan ini sebelum pukul 06.00 Wita untuk menyaksikan keindahan danau saat matahari terbit. Memang, untuk mencapai obyek wisata ini sepagi itu, jika menginap di Kuta, kamu harus sudah berangkat menuju lokasi pada pukul 03.45 Wita, sebab perjalanan dari Kuta ke Bedugul memakan waktu antara satu hingga satu setengah jam. Sedangkan matahari terbit pada pukul 05.40 Wita.

Bagi kamu, yang ngebet ingin menyaksikan pemandangan indah matahari terbit dari tepian Danau Beratan, cara mudah yang bisa kamu tempuh adalah dengan menginap di home stay, hotel atau resort yang banyak terdapat di wilayah itu. Harga home stay berkisar antara Rp. 75 ribu hingga Rp.200 ribu. Untuk hotel dan resort, berkisar antara Rp. 250 ribu hingga Rp. 900 ribu. (abe/jjb)

Senin, 23 November 2009

Harimau Bali, Kekayaan Hayati yang Telah Punah

Harimau Bali (Panthera tigris balica) sebagai salah satu kekayaan hayati Pulau Dewata telah hilang keberadaannya. Subspesies harimau ini punah bersamaan dengan kepunahan Harimau Jawa. Saat ini, dari tiga sub-spesies harimau yang hidup di kawasan Indonesia, tinggal Harimau Sumatera saja yang masih bertahan. Itu pun dengan ancaman kepunahan yang luar biasa pula.

Harimau Bali adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies yang hidpu di Indonesia. Menurut beberapa catatan, Harimau Bali terakhir diyakini ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Kemungkinan besar kepunahan disebabkan oleh wilayah Bali yang sempit dengan areal hutan yang terbatas. Hal itu menyebabkan populasi harimau tidak pernah meningkat. Ketika populasi manusia meningkat, harimau itu pun mengalami kepunahan.

Klasifikasi ilmiah harimau Bali menurut Schwarz (1912):
Kerajaan: Animalia.
Filum: Chordata.
Kelas: Mamalia.
Ordo: Carnivora.
Famili: Felidae.
Genus: Panthera.
Spesies: Panthera tigris.
Upaspesies: Panthera tigris balica.
Nama trinomial: Panthera tigris balica.