Garmin 305 Foreruner features a high-sensitivity GPS receiver, new packages feature, and robust ANT wireless heart rate monitor for optimum overall performance. While Garmin 305 Forerunner isn't billed as a GPS navigation device, it does have some rudimentary mapping, waypoint marking, and routing capabilities. In addition to marking locations alongside your journey, you can zoom in or out of a simple map that displays your current direction and path.
The only real con of the Garmin Forerunner 305 is that because it has so many features, newbies may take a little bit of time and practice to overcome the initial learning curve. Even for the more experienced, it's recommended to read the entire manual and familiarize yourself with all of the unit's buttons and functions. Overall, this model is easy to recommend to anyone who wants to get serious about their training.
It's easy to transfer all of your data to your computer and go in-depth with Garmin's tracking and analysis tools. With the Garmin Forerunner 305, you can see your heart rate as it changes in relation to distance, speed, elevation, and more, making it fun and easy to create your own personalized training plan.
Aside from using the device as a GPS, it is also very useful when you are exercising. It is because it displays the distance you have covered if you are running, it will tell you how much calories you have burned based on the number of hours you have been exercising, it also shows your pace and lap you've covered, and many more.
You can also attach a speed meter if you need it when you are biking or running. The work outs can be stored in the memory so you can see how you improve as time goes on and you use the unit more and more. You also get a free online training log, interactive mapping and many other useful features at the Garmin connect community website.
The underside of the 305 is pretty nondescript, except for a row of contacts that interface with the included charging and data cradle. The cradle is small and unobtrusive and its single mini-USB port connects to either an included AC adapter, or a USB cable that connects to your PC. In addition to data transfer with the USB cable, you can also charge the 305 s embedded lithium-ion battery via a powered USB connection from your computer.
The 305 is also fully compatible with Garmin's MotionBased service, which takes your training to another level by connecting your data with the Internet. While we weren't able to use the service, the promise of sharing courses, maps, workouts, and performance data with other users is intriguing. And if you're a serious endurance athlete, you'll be glad to know that the 305 is also compatible with TrainingPeaks.com, an easy-to-use web based training system designed to help athletes train for any event.
In addition, this product also features Training Center software on your computer. Through this, you can now plan your activities in advance and even chart your own progress. Thus, it will show you the areas that you must focus on for your next workout. Therefore, wouldn't you also want to take advantage of all its features and make this device part of your regular workout? Fortunately, this is what it's made for and this is where it's best at.
There are lots of reputable online stores that even provide free shipping which makes shopping online more advantageous to buyers. But, looking for them by yourself scanning all the sites that will come up from search engines will be tiring and you might end up spending the whole day canvassing online still with no results.
You can buy Garmin 305 from many big retailers offline or online like Amazon, Best Buy, Target, Walmart etc. But which one is the best? We have done work for you, we find the best place to buy Garmin 305 is at Amazon.com. This giant online retailers give the best price which included FREE Shipping (in US only) for this holiday season.
Amazon.com is a reputable company that stand out in customer services. You will have a piece of mind because not only they will make sure you get the holiday gift on time but they are very actively in updating you the status of your gift delivery. Gift wrapping is also available for just a small additional fee.
Garmin 305 review is something that you should examine and one issue that you'd adore. Any individual whom previously purchases this gadget might also help to make Garmin 305 review to ensure everyone knows relating to this gadget.Garmin 305 bundled along with Garmin Training Centre. This kind of software packages are basic however is effective. And people are the complete Garmin 305 review. Purchase one in your case to make it as your best training companion.
Jumat, 21 Januari 2011
Petualangan Sinbad (Persia)
"Apakah namamu Sinbad ?", "Benar Tuan". "Namaku juga Sinbad", kata sang saudagar. Ia pun mulai bercerita, "Dulu aku seorang pelaut. Ketika mendengar nyanyianmu, aku sangat sedih karena kau berpikir hanya kamu sendiri yang bernasib buruk, dulu nasibku juga buruk, orangtua ku meninggalkan banyak warisan, tetapi aku hanya bermain dan menghabiskan harta saja. Setelah jatuh miskin aku bertekad menjadi seorang pelaut. Aku menjual rumah dan semua perabotannya untuk membeli kapal dan seisinya. Karena sudah lama tidak menemui daratan, ketika ada daratan yang terlihat kami segera merapatkan kapal.
Mereka yang terjatuh ke laut di libas ekor ikan paus sehingga tenggelam. Aku berusaha menyelamatkan diri dengan memeluk sebuah gentong, hingga aku pun terapung-apung di laut. Beberapa hari kemudian, aku berhasil sampai ke daratan. Aku haus, disana ada pohon kelapa. Kemudian aku memanjatnya dan mengambil buah dan meminum airnya. Tiba-tiba aku melihat ada sebutir telur yang sangat besar. Ketika turun, dan mendekati telur itu, tiba-tiba dari arah langit, terdengar suara yang menakutkan disertai suara kepakan saya yang mengerikan. Ternyata, seekor burung naga yang amat besar.
Setelah sampai disarangnya, burung naga itu tertidur sambil mengerami telurnya. Sinbad menyelinap dikaki burung itu, dan mengikat erat badannya di kaki burung naga dengan kainnya. "Kalau ia bangun, pasti ia langsung terbang dan pergi ke tempat di mana manusia tinggal." Benar, esoknya burung naga terbang mencari makanan. Ia terbang melewati pegunungan dan akhirnya tampak sebuah daratan. Burung naga turun di sebuah tempat yang dalam di ujung jurang. Sinbad segera melepas ikatan kainnya di kaki burung dan bersembunyi di balik batu. Sekarang Sinbad berada di dasar jurang. Sinbad tertegun, melihat disekelilingnya banyak berlian.
Pada saat itu, "Bruk" ada sesuatu yang jatuh. Ternyata gundukan daging yang besar. Di gundukan daging itu menempel banyak berlian yang bersinar-sinar. Untuk mengambil berlian, manusia sengaja menjatuhkan daging ke jurang yang nantinya akan diambil oleh burung naga dengan berlian yang sudah menempel didaging itu. Sinbad mempunyai ide. Ia segera mengikatkan dirinya ke gundukan daging. Tak berapa lama burung naga datang dan mengambil gundukan daging, lalu terbang dari dasar jurang. Tiba-tiba, "Klang! Klang! Terdengar suara gong dan suling yang bergema. Burung naga yang terkejut menjatuhkan gundukan daging dan cepat-cepat terbang tinggi. Orang-orang yang datang untuk mengambil berlian, terkejut ketika melihat Sinbad.
Sinbad menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Kemudian orang-orang pengambil berlian mengantarkan Sinbad ke pelabuhan untuk kembali ke negaranya. Sinbad menjual berlian yang didapatnya dan membeli sebuah kapal yang besar dengan awak kapal yang banyak. Ia berangkat berlayar sambil melakukan perdagangan. Suatu hari, kapal Sinbad dirampok oleh para perompak. Kemudian Sinbad dijadikan budak yang akhirnya dijual kepada seorang pemburu gajah. "Apakah kau bisa memanah?" Tanya pemburu gajah. Sang pemburu memberi Sinbad busur dan anak panah dan diajaknya ke
Esok pagi, datang gerombolan gajah. Saat itu pemimpin gajah melihat Sinbad dan langsung menyerang pohon yang dinaiki Sinbad. Sinbad jatuh tepat di depan gajah. Gajah itu kemudian menggulung Sinbad dengan belalainya yang panjang. Sinbad mengira ia pasti akan dibunuh atau di banting ke tanah. Ternyata, gajah itu membawa Sinbad dengan kelompok mereka ke sebuah gunung batu. Akhirnya terlihat sebuah air terjun besar. Dengan membawa Sinbad, gajah itu masuk ke dalam air terjun menuju ke sebuah gua. "Ku..kuburan gajah!" Sinbad terperanjat. Di gua yang luas bertumpuk tulang dan gading gajah. Pemimpin gajah berkata,"kalau kau ingin gading ambillah seperlunya. Sebagai gantinya, berhentilah membunuh kami." Sinbad berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia pulang dengan memanggul gading gajah dan menyerahkan ke tuannya dengan syarat tuannya tidak akan membunuh gajah lagi. Tuannya berjanji dan kemudian memberikan Sinbad uang.
"Sampai disini dulu ceritaku", ujar Sinbad yang sudah menjadi saudagar kaya. "Aku bisa menjadi orang kaya, karena kerja keras dengan uang itu. Jangan putus asa, sampai kapanpun, apalagi jika kita masih muda," lanjut sang saudagar.
Download filenya disini
Rabu, 19 Januari 2011
Alibaba dan 40 Penyamun (Persia)
Suatu hari, ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan kayu bakar, ia melihat segerombol penyamun yang berkuda. Alibaba segera bersembunyi karena takut jika ia terlihat, ia akan dibunuh. Dari tempat persembunyiannya, Alibaba memperhatikan para penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta rampokannya dari kuda mereka. Kepala penyamun tiba-tiba berteriak, "Alakazam ! Buka…..". Pintu gua yang ada di depan mereka terbuka perlahan-lahan. Setelah itu mereka segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. "Alakazam ! tutup… " teriak kepala penyamun, pintu gua pun tertutup.
Setelah para penyamun pergi, Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat sembunyinya. Ia mendekati pintu gua tersebut dan meniru teriakan kepala penyamun tadi. "Alakazam! Buka….." pintu gua yang terbuat dari batu itu terbuka. "Wah… Hebat!" teriak Alibaba sambil terpana sebentar karena melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung. "Gunungan harta ini akan Aku ambil sedikit, semoga aku tak miskin lagi, dan aku akan membantu tetanggaku yang kesusahan". Setelah mengarungkan harta dan emas tersebut, Alibaba segera pulang setelah sebelumnya menutup pintu gua. Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang dibawa Alibaba. Alibaba kemudian bercerita pada istrinya apa yang baru saja dialaminya. "Uang ini sangat banyak… bagaimana jika kita bagikan kepada orang-orang yang kesusahan.." ujar istri Alibaba. Karena terlalu banyak, uang emas tersebut tidak dapat dihitung Alibaba dan istrinya. Akhirnya mereka sepakat untuk meminjam kendi sebagai timbangan uang emas kepada saudaranya, Kasim. Istri Alibaba segera pergi meminjam kendi kepada istri Kasim. Istri Kasim, seorang yang pencuriga, sehingga ketika ia memberikan kendinya, ia mengoleskan minyak yang sangat lengket di dasar kendi.
Keesokannnya, setelah kendi dikembalikan, ternyata di dasar kendi ada sesuatu yang berkilau. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan memberitahu suaminya bahwa di dasar kendi ada uang emas yang melekat. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untuk menanyakan hal tersebut. Setelah semuanya diceritakan Alibaba, Kasim segera kembali kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. Ia pergi ke gua harta dengan membawa 20 ekor keledai. Setibanya di depan gua, ia berteriak "Alakazam ! Buka…", pintu batu gua bergerak terbuka. Kasim segera masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yang ada didalam gua sebanyak-banyaknya. Ketika ia hendak keluar, Kasim lupa mantra untuk membuka pintu, ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan. Tiba-tiba pintu gua bergerak, Kasim merasa lega. Tapi ketika ia mau keluar, para penyamun sudah berada di luar, mereka sama-sama terkejut. "Hei maling! Tangkap dia, bunuh!" teriak kepala penyamun. "Tolong… saya jangan dibunuh", mohon Kasim.
Istri Kasim yang menunggu dirumah mulai kuatir karena sudah seharian Kasim tidak kunjung pulang. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk menyusul saudaranya tersebut. Alibaba segera pergi ke gua harta. Disana ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya sudah terpotong. Setibanya dirumah, istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Untuk membantu kakak iparnya itu Alibaba memberikan sekantung uang emas kepadanya. Istri Kasim segera berhenti menangis dan tersenyum, ia sudah lupa akan nasib suaminya yang
Dilain tempat, di gua harta, para penyamun terkejut, karena mayat Kasim sudah tidak ada lagi. "Tak salah lagi, pasti ada orang lain yang tahu tentang rahasia gua ini, ayo kita cari dan bunuh dia!" kata sang kepala penyamun. Merekapun mulai berkeliling pelosok
Malam harinya, Alibaba didatangi seorang penyamun yang menyamar menjadi seorang pedagang minyak yang kemalaman dan memohon untuk menginap sehari dirumahnya. Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya masuk dan memperlakukannya dengan baik. Ia tidak mengenali wajah si kepala penyamun. Morijana, tetangga Alibaba yang sedang berada diluar rumah, melihat dan mengenali wajah penyamun tersebut. Ia berpikir keras bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Akhirnya ia mempunyai ide, dengan menyamar sebagai seorang penari. Ia pergi kerumah Alibaba untuk menari. Ketika Alibaba, istri dan tamunya sedang menonton tarian, Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja diselipkannya dibajunya ke dada tamu Alibaba.
Alibaba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Alibaba bertanya, Morijana membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat dan didengarnya. "Morijana, engkau telah menyelamatkan nyawa kami, terima kasih". Setelah semuanya berlalu, Alibaba membagikan uang peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat memerlukannya.
Aladin dan Lampu Ajaib (Persia)

Dahulu kala, di kota Persia , seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun kesana ", jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. "Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu", kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. "Cepat berikan lampunya !", seru penyihir. "Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar", jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya "Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !", ucap Aladin.
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku".
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali kePersia ". Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun ke
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. "Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan", saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan."
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. "Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku".
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya". Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. "Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke
Selasa, 18 Januari 2011
Bener Ga Sih Main Facebook Bisa Bikin Anda Ga' Bisa Tidur Dan Stress Berat?
Percaya ga' percaya, Facebook ternyata bisa membuat seseorang menjadi stress berat mikirin status dirinya atau membaca status oran lain. Padahal situs pertemanan ini "cuma" sebatas sebuah web 2.0 yang didesain oleh Mark Z. yang dibuat untuk mendekatkan kita dengan teman kita yang mungkin berbeda jarak, sehingga dengan Facebook kita bisa berkomunikasi secara real-time.
Bagi sebagian orang, bermain Facebook adalah sebuah kegiatan untuk mengisi kekosongan waktu dan menjadi bagian dari life-style mereka dengan menggunakan alat canggih (yang sekarang mungkin biasa aja tuh, namanya BB), tapi bagi "segelintir orang" yang benar-benar keranjingan facebook, facebook adalah hidup-mati mereka. Tiap detik selalu diawasi apakah statusnya dikometari teman atau tidak, apa ada yang nge-tag, fotonya dikomentari apa tidak, apa ada email masuk di FB, apa ada notifikasi baru...wah wah.
Sudah banyak kasus yang terjadi berhubungan dengan penggunaan facebook, mulai dari kasus penculikan bahkan sampai penipuan dsb. Masyarakat diminta agar bersifat "dewasa" untuk tidak menganggap facebook adalah hal yang penting harus di-kelonin selama 24 jam. Terutama bagi para siswa yang sudah sangat familiar dengan facebook. Apalagi kalau ada orang yang selalu gelisah dengan status ditulis oleh orang lain, wah kalau sudah sampai begini apa jadinya?, berarti kita telah kena syndrom kurang pede.
Terlebih ketika ada rumor facebook akan ditutup pada tanggal 15 Januari 2011 kemarin (yang ternyata hoax), udah pasti kalau bagi yang keranjingan Facebook bisa bikin deg-degan jantung mereka (makan ga nafsu, tidur ga enak, duduk salah, jalan salah.....masak iya? hehe..), pasti mereka sudah berfikir jangan-jangan beneran, waduh gimana nih, wah..wah...
Internet memang sudah mudah sekali di dapat saat ini, dengan modal beberapa ribu, orang sudah bisa mendapatkan akses di warnet atau dengan harga modem USB yang semakin murah meriah (halooo.....) saat ini, sehingga orang dengan gampang terhubung dengan dunia maya. Jadi ga usah bingung kalau anak kecil sekarang sudah punya akun di FB, padahal batas usia yang diperbolehkan adalah 17 tahun, nah lho.
Saran saya perlakukan facebook sebagai murni untuk jalinan pertemanan dan jangan sampai anda keranjingan sehingga anda susah sekali untuk tidur lebih awal pada malam hari akhirnya mesti begadang/tidur kemalaman apalagi sampai stress berat akibat kebanyakan main facebook diwaktu kerja serta bukan untuk mencurigai dan sebagainya, janganlah terlalu mengumbar hal-hal pribadi seperti alamat maupun nope (nomer hp) pada status anda yang pada akhirnya akan merugikan anda sendiri. Ingatlah bahwa kejahatan terjadi bukan karena ada pelakunya, kejahatan ada jika ada kesempatan, waspadalah...waspadalah.
Enaknya kalau main facebook sih ingat waktu, jangan sampai waktu anda terbuang percuma apalagi sampai lupa makan, lupa mandi dan lupa pacar (?), nah lho kalau begini siapa yang rugi?.
Semoga bermanfaat.
Bagi sebagian orang, bermain Facebook adalah sebuah kegiatan untuk mengisi kekosongan waktu dan menjadi bagian dari life-style mereka dengan menggunakan alat canggih (yang sekarang mungkin biasa aja tuh, namanya BB), tapi bagi "segelintir orang" yang benar-benar keranjingan facebook, facebook adalah hidup-mati mereka. Tiap detik selalu diawasi apakah statusnya dikometari teman atau tidak, apa ada yang nge-tag, fotonya dikomentari apa tidak, apa ada email masuk di FB, apa ada notifikasi baru...wah wah.
Sudah banyak kasus yang terjadi berhubungan dengan penggunaan facebook, mulai dari kasus penculikan bahkan sampai penipuan dsb. Masyarakat diminta agar bersifat "dewasa" untuk tidak menganggap facebook adalah hal yang penting harus di-kelonin selama 24 jam. Terutama bagi para siswa yang sudah sangat familiar dengan facebook. Apalagi kalau ada orang yang selalu gelisah dengan status ditulis oleh orang lain, wah kalau sudah sampai begini apa jadinya?, berarti kita telah kena syndrom kurang pede.
Terlebih ketika ada rumor facebook akan ditutup pada tanggal 15 Januari 2011 kemarin (yang ternyata hoax), udah pasti kalau bagi yang keranjingan Facebook bisa bikin deg-degan jantung mereka (makan ga nafsu, tidur ga enak, duduk salah, jalan salah.....masak iya? hehe..), pasti mereka sudah berfikir jangan-jangan beneran, waduh gimana nih, wah..wah...
Internet memang sudah mudah sekali di dapat saat ini, dengan modal beberapa ribu, orang sudah bisa mendapatkan akses di warnet atau dengan harga modem USB yang semakin murah meriah (halooo.....) saat ini, sehingga orang dengan gampang terhubung dengan dunia maya. Jadi ga usah bingung kalau anak kecil sekarang sudah punya akun di FB, padahal batas usia yang diperbolehkan adalah 17 tahun, nah lho.
Saran saya perlakukan facebook sebagai murni untuk jalinan pertemanan dan jangan sampai anda keranjingan sehingga anda susah sekali untuk tidur lebih awal pada malam hari akhirnya mesti begadang/tidur kemalaman apalagi sampai stress berat akibat kebanyakan main facebook diwaktu kerja serta bukan untuk mencurigai dan sebagainya, janganlah terlalu mengumbar hal-hal pribadi seperti alamat maupun nope (nomer hp) pada status anda yang pada akhirnya akan merugikan anda sendiri. Ingatlah bahwa kejahatan terjadi bukan karena ada pelakunya, kejahatan ada jika ada kesempatan, waspadalah...waspadalah.
Enaknya kalau main facebook sih ingat waktu, jangan sampai waktu anda terbuang percuma apalagi sampai lupa makan, lupa mandi dan lupa pacar (?), nah lho kalau begini siapa yang rugi?.
Semoga bermanfaat.
Senin, 17 Januari 2011
Belajar SEO | Rajin Bookmark Posting Biar Kebanjiran Trafik
Belajar SEO kali ini akan mengupas tentang bagaimana dahsyat-nya "power of bookmarking" yang akan membuat ranking blog kita akan naik di mata google. Bookmark adalah semacam tanda/booking untuk site yang kita tandai dan akan dibaca oleh teman-teman kita yang ada di social bookmark di internet. Ada banyak social bookmark yang ada di internet yang memilki ratusan, ribuan bahkan jutaan pembaca dalam 1 (satu) bookmark yang ada, jadi dangan sekali-kali meremehkan fasilitas bookmark untuk belajar SEO kita.
Jadi ketika anda sudah memiliki sebuah konten "original" yang anda buat sendiri dan memiliki keunikan tersendiri, maka tinggal menunggu kreatifitas anda untuk mem-publish artikel tersebut dalam blog lalu di-"bookmark" pada media bookmark lokal maupun luar negeri.
Untuk mem-bookmark artikel/blog bisa dilakukan dengan cara manual atau satu persatu untuk kita masukkan link posting kita , atau dengan menggunakan socialposter.com atau socialmarker.com untuk men-submint artikel sekaligus, namun kita harus memiliki akun yang ada pada website social bookmark tersebut, agar proses pada socialmarker.com berjalan dengan lancar.
Lakukan bookmark dengan alami, carilah artikel/video tentang hal-hal lain selain konten anda yang anda submit. Hindari bookmark secara membabi-buta agar akun kita tidak di banned oleh website social bookmark tersebut.
Bookmark juga bisa dilakukan dengan manual atau dengan otomatis yang banyak dijual di internet, namun saya masih memilih yang manual (karena belum ada dana...hehe). Nah silahkan kalau ada postingan anda yang belum anda bookmark, siapa tahu blog-nya kebanjiran pengunjung
Semoga bermanfaat.
Jadi ketika anda sudah memiliki sebuah konten "original" yang anda buat sendiri dan memiliki keunikan tersendiri, maka tinggal menunggu kreatifitas anda untuk mem-publish artikel tersebut dalam blog lalu di-"bookmark" pada media bookmark lokal maupun luar negeri.
Untuk mem-bookmark artikel/blog bisa dilakukan dengan cara manual atau satu persatu untuk kita masukkan link posting kita , atau dengan menggunakan socialposter.com atau socialmarker.com untuk men-submint artikel sekaligus, namun kita harus memiliki akun yang ada pada website social bookmark tersebut, agar proses pada socialmarker.com berjalan dengan lancar.
Lakukan bookmark dengan alami, carilah artikel/video tentang hal-hal lain selain konten anda yang anda submit. Hindari bookmark secara membabi-buta agar akun kita tidak di banned oleh website social bookmark tersebut.
Bookmark juga bisa dilakukan dengan manual atau dengan otomatis yang banyak dijual di internet, namun saya masih memilih yang manual (karena belum ada dana...hehe). Nah silahkan kalau ada postingan anda yang belum anda bookmark, siapa tahu blog-nya kebanjiran pengunjung
Semoga bermanfaat.
Kartun Wajah Sebagai Oleh-oleh
Oleh: Agung BawantaraBanyak ragam oleh-oleh yang bisa dibawa pulang selepas liburan di Bali. Ada benda kerajinan, aksesoris, fesyen, penganan, buah olahan, minuman atau T-Shirt. Tinggal masuk ke toko-toko kerajinan di sekitar tempat wisata atau di pusat oleh-oleh, semua bisa Anda dapatkan. Di luar itu, ada juga jenis oleh-oleh lain yang menarik, yakni kartun wajah. Cara mendapatkannya, bisa langsung digambar di depan kartunisnya, bisa juga hanya menyerahkan foto. Beri arahan kartunisnya untuk menambahkan nuansa tertentu pada foto Anda, selang sehari Anda langsung mendapatkan hasil yang Anda ingini.
Itu kartun untuk diri sendiri. Bagaimana jika kartun itu untuk oleh-oleh? Sama saja. Serahkan saja foto teman atau kerabat yang akan anda oleh-olehi, sang kartunis akan mengolah foto tersebut. Agar menarik, Anda bisa meminta foto tersebut diberi latar belakang Bali atau nuansa tertentu yang Anda sukai.
Di Bali, tempat untuk membuat foto kartun tersebut ada beberapa, di antaranya di Bogbog, Jangkrik85 dan Putu Ebo Illustration. Bogbog bermarkas di Jl. Veteran No. 39 A Denpasar. Di sana anda dapat membuat kartun wajah dengan tarif Rp 300 ribu. Jika ingin menambahkan wajah lain, Anda diminta biaya tambahan sebesar 50 persen dari tarif. Untuk hasil yang anda inginkan anda tinggal menyantumkan apakah gambar yang anda ingini sedang melakukan hobi, sesuai pekerjaan, mengenakan kostum tertentu, pada event tertentu, dengan latar belakang tertentu atau dikosongkan untuk tandatangan teman-teman.
Jangkrik85 juga demikian. Temui petugasnya di outlet mereka dan buat pesanan. Oulet mereka tersebar di Sunset Road, GWK, Central Parkir Kuta, Carrefour Bali, Centro Bali, Hardy’s, Plaza Bali, dan lain-lain. Begitu pula Putu Ebo Illustration. Anda tinggal mendatanginya dan mengajukan pesanan. Markasnya, di Jl. Cekomari Perum seroja Permai Blok III/23 Denpasar.
Khusus untuk Putu Ebo Illustration, jalan-jalan Bali memiliki harga khusus. Ia yang bisanya membandrol kartunnya seharga Rp 300 ribu, memberikan harga menarik bagi pembaca jalan-jalan bali yakni sebesar Rp 200. Hasilnya berupa file .jpg yang akan dikirimkan ke e-mail Anda. Alamat pesanan ke ekaristi@gmail.com.
Contoh karya Putu Ebo Illustration











