Jika anda sedang ber-bisnis sampai detik ini, berbahagialah karena terus terang saja tidak banyak orang yang berani untuk melangkahkan kakinya untuk ber-bisnis. Banyak orang yang belum tahu kapan mereka akan memulai sebuah bisnis yang menguntungkan dan bagaimana caranya. Jika saat ini anda sudah bisa ber-bisnis dan dan belum banyak menghasilkan apa yang akan anda lakukan. Pastinya sebuah ketegasan anda yang akan dipertanyakan tentang bisnis yang sekarang anda jalankan.
Saya pun demikian, jika penjualan menurun dan pendapatan dari bisnis saya terasa "seret", maka langsung saya membuka catatan tentang semua kegiatan yang dilakukan, karena tidak tertutup kemungkinan ada celah-celah atau waktu yang terbuang dengan sia-sia tanpa melakukan hal yang bermanfaat untuk bisnis saya.
Kalau anda ingin sukses dalam ber-bisnis maka kunci-nya hanya cuma ada 3, yaitu pertama adalah fokus, kedua fokus dan ketiga adalah fokus. Karena dengan fokus anda akan lebih mempertajam instuisi bisnis anda dan yang paling penting adalah anda harus tegas terhadap diri anda sendiri.
Tegas bukan berarti menghukum anda dengan semena-mena, akan tetapi tegas adalah sikap dan perilaku yang membuka semua rapor merah anda dan melakukan perbaikan sekecil apapun sehingga tidak terjadi lagi kesalahan yang sama di masa yang akan datang.
Tegas dalam ber-bisnis adalah sebuah tanggung jawab yang setiap pebisnis harus emban, sebab tidak ada satupun pebisnis yang tidak mau bisnisnya hancur dan oleh karena itu andapun harus memiliki ketegasan terhadap diri anda.
Mulailah dari ketegasan sekecil mungkin seperti jam berapa anda akan online dan berapa jam yang akan anda habiskan di depan komputer selama online dan hal-hal apa saja yang akan anda capai selama anda online pada waktu tersebut.
Salam sukses.
Sabtu, 19 Februari 2011
Jumat, 18 Februari 2011
Panasonic TM 700 Is Very Amazing Video Camera
The Pananasonic TM-700 HD Video camera is an awesome camera. detail and quality of the video is very good. Low light situations are handled perfectly even in the regular AUTO setting. The 5.1 surround sound mic is a fun asset to have.. also if you will play this video through surround sound system.
One of the best features is the wide angle zoom lens. It has a 35mm (equivalent) angle of view when set to its widest setting. The lens will zoom out to 12X, or you can set it to zoom to 18X with no loss of quality.
The TM700 has two view finders. On a bright sunny day, you might want to use the eyepiece view finder instead of the LCD screen. Now you got a choice to choose. Many manufactures are leaving the eyepiece viewfinder off camcorders these days. This is a very nice plus, considering the camera sells for less than $1,000.
Panasonic hdc tm700 is also sticking with its 3MOS system, and each of the three CMOS sensors remains 1/4in in size with a gross 3.05-megapixels apiece. However, a smidgen more interpolation boosts still image resolution to 14.2-megapixels, up from the 10.6-megapixels offered by the previous generation.
The HDC-TM700’s sister-model, the HDC-HS700, should have similar performance to the TM700, as the main differences between the two camcorders are price, size, and storage media. The HDC-HS700 retails for $1399 and records to a huge, 240GB internal hard drive (as well as having a memory card slot).
The 35mm wide-angle lens on the HDC-TM700 fits more people and more of the background into the frame than a conventional 44.9mm lens. This is especially handy when you want to take a group photo in a small room.
*35mm-lens equivalent
On paper, Panasonic didn’t disappoint by including Intelligent Resolution technology (digital zoom with optical zoom quality), facial recognition, 35mm wide-angle Leica lens, 3-inch LCD screen, and 1080p at 60 frames per second (fps) recording mode.
Rabu, 16 Februari 2011
Oreo Limited Edition
Berita aneh - Apakah anda penggemar Oreo? apakah anda pernah merasakan semua jenis dan rasa dari oreo di indonesia? jika sudah, apakah sudah mencicipi yg ini?? inilah beberapa produk oreo limited edition dan juga tidak ada di indonesia. :)
Anti Virus Artav | Kakak Beradik Berhasil Menciptakan Anti Virus Artav Produk Asli Indonesia
Bangga deh kalau ada anak indonesia berhasil menciptakan anti virus yang dinamakan antivirus Artav. Antivirus Artav sendiri berasal dari pasangan kakak beradik, Arival (13) dan Taufik Aditya Utama (15), asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, menemukan antivirus yang kemudian diberinama Artav (Arival Taufik Anti Virus).
"Anti virus ini kami temukan karena kebetulan komputer saya sering kena virus sehingga saya mencoba untuk menemukan antivirusnya dan berhasil," kata Arival di Bandung, Kamis (10/2/2011).
Arival merupakan pelajar kelas VIII SMP Negeri 24 Kota Bandung, sedangkan kakaknya merupakan pelajar kelas I SMA Negeri 25 Kota Bandung.
Antivirus Artav ditemukan kakak beradik itu sekitar April 2010 dan hingga saat ini sudah banyak digunakan para pengguna komputer. Arival dan Taufik melakukan sosialisasi pertama kepada teman-teman mereka untuk memproteksi program permainan.
"Awalnya saya jual program Artav ke teman-teman seharga Rp 5.000. Mereka senang bisa menangkal virus," kata Arival.
Arival mengakui, dirinya membuatkan program, sedangkan desainnya dibuatkan oleh kakaknya, Taufik.
Penemuan antivirus itu diakui olehnya bukan kebetulan, melainkan hasil kerja kerasnya selama mengutak atik komputer.
Penemuan hebat pelajar tersebut akhirnya disambut oleh perusahaan operator seluler XL Axiata untuk kemudian memfasilitasi pendaftaran hak paten untuk temuan kedua pelajar jagoan komputer asal Bandung itu.
"Saya akan buatkan antivirus untuk program mobile. Artav ke depan akan dikembangkan untuk layanan berbayar dan bebas (free)," kata Arival yang pengagum pemilik Microsoft, Bill Gates, itu.
Ia mengaku senang karena antivirusnya akan difasilitasi untuk mendapat hak paten. Dengan demikian, hal itu memacunya untuk terus mengembangkan antivirus lainnya, termasuk program-program lain yang bermanfaat.
Uniknya, kedua bocah jenius itu tidak memiliki latar belakang pengetahuan teknologi informasi dari keluarganya.
Ayahnya adalah pensiunan karyawan di perusahaan elektronika. Hebatnya lagi, kedua kakak beradik itu lebih banyak merampungkan antivirus Artav di warung internet atau warnet.
"Saya senang komputer dan internet sehingga tahu persis terkait virus, Arival juga sama sehingga kami sering kerja sama dan saling melengkapi," kata Taufik.
Sementara itu Vice President XL Axiata Central Region Kencono Wibowo menyebutkan, pihaknya memfasilitasi agar antivirus yang ditemukan kedua bocah itu mendapatkan hak paten.
"Kami mengapresiasi karya mereka, salah satunya memfasilitasi peralatan laptop dan memfasilitasi hak paten bagi penemuan mereka," kata Kencono Wibowo.
sumber : kompas.com
"Anti virus ini kami temukan karena kebetulan komputer saya sering kena virus sehingga saya mencoba untuk menemukan antivirusnya dan berhasil," kata Arival di Bandung, Kamis (10/2/2011).
Arival merupakan pelajar kelas VIII SMP Negeri 24 Kota Bandung, sedangkan kakaknya merupakan pelajar kelas I SMA Negeri 25 Kota Bandung.
Antivirus Artav ditemukan kakak beradik itu sekitar April 2010 dan hingga saat ini sudah banyak digunakan para pengguna komputer. Arival dan Taufik melakukan sosialisasi pertama kepada teman-teman mereka untuk memproteksi program permainan.
"Awalnya saya jual program Artav ke teman-teman seharga Rp 5.000. Mereka senang bisa menangkal virus," kata Arival.
Arival mengakui, dirinya membuatkan program, sedangkan desainnya dibuatkan oleh kakaknya, Taufik.
Penemuan antivirus itu diakui olehnya bukan kebetulan, melainkan hasil kerja kerasnya selama mengutak atik komputer.
Penemuan hebat pelajar tersebut akhirnya disambut oleh perusahaan operator seluler XL Axiata untuk kemudian memfasilitasi pendaftaran hak paten untuk temuan kedua pelajar jagoan komputer asal Bandung itu.
"Saya akan buatkan antivirus untuk program mobile. Artav ke depan akan dikembangkan untuk layanan berbayar dan bebas (free)," kata Arival yang pengagum pemilik Microsoft, Bill Gates, itu.
Ia mengaku senang karena antivirusnya akan difasilitasi untuk mendapat hak paten. Dengan demikian, hal itu memacunya untuk terus mengembangkan antivirus lainnya, termasuk program-program lain yang bermanfaat.
Uniknya, kedua bocah jenius itu tidak memiliki latar belakang pengetahuan teknologi informasi dari keluarganya.
Ayahnya adalah pensiunan karyawan di perusahaan elektronika. Hebatnya lagi, kedua kakak beradik itu lebih banyak merampungkan antivirus Artav di warung internet atau warnet.
"Saya senang komputer dan internet sehingga tahu persis terkait virus, Arival juga sama sehingga kami sering kerja sama dan saling melengkapi," kata Taufik.
Sementara itu Vice President XL Axiata Central Region Kencono Wibowo menyebutkan, pihaknya memfasilitasi agar antivirus yang ditemukan kedua bocah itu mendapatkan hak paten.
"Kami mengapresiasi karya mereka, salah satunya memfasilitasi peralatan laptop dan memfasilitasi hak paten bagi penemuan mereka," kata Kencono Wibowo.
sumber : kompas.com
Perubahan Hanya Terjadi Pada Pribadi Yang Berani
Mengutip pernyataan pak Mario Teguh, saya sangat tertarik sekali dengan quotes sebagai berikut "Perubahan Hanya Terjadi Pada Pribadi Yang Berani". Memang benar sekali, kita tidak akan berubah dari suatu keadaan sekarang kalau kita tidak mau berani mengupayakan hal-hal yang terbaik untuk diri kita kepada sesuatu yang lebih baik dengan bermodalkan berani tersebut, sebab berani itu kita sudah mempersiapkan diri kita kepada hal-hal yang positif yang membawa kita kepada perubahan. Saya sendiri pernah merasakan keberanian itu muncul dan pada akhirnya saya bisa berubah kepada keadaan sekarang yang lebih baik. Dengan berani tadi kita harusnya bisa berubah kearah yang lebih baik.
Tidak banyak orang yang tidak cukup berani walaupun dia sudah banyak memilki persiapan untuk meloncat ke keadaan yang menguntungkannya.
Berani tidak seperti berani (maaf) babi, artinya menyeruduk tanpa perhitungan, tapi jangan terlalu lama anda melakukan perhitungan karena butuh waktu yang lama untuk anda bisa memberanikan diri untuk merubah keadaan.
Seperti bisnis internet ini, jika anda belum berani untuk membeli domain untuk blog pribadi anda, maka pikirkan secara cepat apakah anda akan menunggu lebih lama atau anda mulai segera dengan membuat blog yang gratisan dulu, tapi intinya anda sudah take action dan langsung belajar untuk berubah dari keadaan semula.
Di bisnis apapun jika anda tidak berani untuk melakukan hal-hal yang anda pikir riskan, maka anda tidak bisa sukses dengan gemilang, hanya orang-orang yang mampu mengubah strategi secara cepat dan berani mengambil keputusan untuk jangka panjang yang akan sukses.
Mari kita mulai perubahan itu dari sekarang, karena kapan lagi dan siapa lagi, jika anda ingin berubah. Jadilah pribadi-pribadi yang berani melakukan tindakan yang benar untuk kebaikan.
Apa anda berani untuk berubah hari ini?
Salam sukses.
Selasa, 15 Februari 2011
Valentino Rossi dan Nicky Hayden Mendapat Malam Istimewa Dari Ducati
Valentino Rossi dan Nicky Hayden akan mendapatkan perlakuan sangat istimewa alias VIP, sebelum mereka tampil pada seri perdana MotoGP 2011 di Sirkuit Losail, Qatar, bulan depan. Pasalnya, Ducati akan mengadakan malam spesial di Italia, yang disaksikan para fans dan pekerja tim.
Menurut rencana, acara publik tersebut akan dilangsungkan di Piazza Maggiore, di pusat kota Bologna, pada Jumat (4/3/11) malam. Dalam kesempatan tersebut, Rossi dan Hayden akan tampil bersama motor baru Desmosedici GP11. Ini menjadi semacam acara pelepasan sebelum Ducati memulai pertarungan di Qatar, 18-20 Maret.
Seluruh pekerja Ducati di Bologna sudah diundang untuk menghadiri malam istimewa tersebut. Tak cuma itu, para penggila Ducati pada umumnya, serta Rossi dan Hayden pada khususnya, yang berada di penjuru dunia, juga diperkenankan datang untuk ikut bergembira.
Ducati cukup optimistis menghadapi MotoGP 2011. Meskipun hasil tes post-season di Valencia pada November lalu, serta tes pra-musim pertama di Sepang dua pekan lalu tak terlalu bagus, tetapi mereka siap bertarung. Kehadiran Rossi menjadi kekuatan Ducati, karena juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut dinilai bisa menjadi "otak" untuk mengembangkan motor yang lebih kompetitif.
sumber artikel & photo : kompas.com
Menurut rencana, acara publik tersebut akan dilangsungkan di Piazza Maggiore, di pusat kota Bologna, pada Jumat (4/3/11) malam. Dalam kesempatan tersebut, Rossi dan Hayden akan tampil bersama motor baru Desmosedici GP11. Ini menjadi semacam acara pelepasan sebelum Ducati memulai pertarungan di Qatar, 18-20 Maret.
Seluruh pekerja Ducati di Bologna sudah diundang untuk menghadiri malam istimewa tersebut. Tak cuma itu, para penggila Ducati pada umumnya, serta Rossi dan Hayden pada khususnya, yang berada di penjuru dunia, juga diperkenankan datang untuk ikut bergembira.
Ducati cukup optimistis menghadapi MotoGP 2011. Meskipun hasil tes post-season di Valencia pada November lalu, serta tes pra-musim pertama di Sepang dua pekan lalu tak terlalu bagus, tetapi mereka siap bertarung. Kehadiran Rossi menjadi kekuatan Ducati, karena juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut dinilai bisa menjadi "otak" untuk mengembangkan motor yang lebih kompetitif.
sumber artikel & photo : kompas.com
Mutiara Emas Yang Langka
Berita Aneh - Selama ini mutiara identik dengan warna putih, bahkan sampai identiknya mutiara dengan warna putih hingga memunculkan stigma kata di masyarakat yang berbunyi “seputih mutiara”. Tapi kini mutiara tak hanya bisa dinikmati dengan keindahan warna putihnya, kini sudah ada budidaya mutiara berwarna kuning kemilauan atau lebih identik dengan warna emas atau gold.
Adalah Jewelmer, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan yang mengembangkan budidaya mutiara berwarna emas ini. Budidaya mutiara yang terletak di perairan laut selatan di negara Filipina ini adalah pertama dan satu-satunya di dunia.
Mutiara emas ini adalah hasil rekayasa genetik pada tiram yaitu dengan menambahkan endapan kalsium karbonat, sehingga akan menghasilkan warna mutiara yang kekuning-kuningan, dan dengan sedikit perapihan, maka terbentuklah mutiara emas.
Mutiara yang unik ini ternyata sangat laku di pasaran. Banyak sekali penggemar perhiasan yang ingin mendapatkan perhiasan dengan bahan baku utama mutiara emas langka ini.




Adalah Jewelmer, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan yang mengembangkan budidaya mutiara berwarna emas ini. Budidaya mutiara yang terletak di perairan laut selatan di negara Filipina ini adalah pertama dan satu-satunya di dunia.
Mutiara emas ini adalah hasil rekayasa genetik pada tiram yaitu dengan menambahkan endapan kalsium karbonat, sehingga akan menghasilkan warna mutiara yang kekuning-kuningan, dan dengan sedikit perapihan, maka terbentuklah mutiara emas.
Mutiara yang unik ini ternyata sangat laku di pasaran. Banyak sekali penggemar perhiasan yang ingin mendapatkan perhiasan dengan bahan baku utama mutiara emas langka ini.




Kuil Dewi Payudara Wanita
Berita Aneh - Sebuah kuil yang didedikasikan untuk payudara wanita mungkin terdengar lucu bagi kita, tetapi untuk Jepang, ini adalah tempat yang benar-benar suci.
Terletak di Kota Soja di Prefektur Okayama Jepang, Kuil Karube didedikasikan untuk Chichigamisama, Dewi Payudara. Dia dipercaya untuk membantu Kelahiran anak, produksi ASI dan bahkan mengobati kanker payudara. Dibangun pada 1678, kuil ini menjadi terkenal karena pohon sakura mati yang masih berdiri di dekatnya.
Tujuannya jelas untuk menutup semua hal tentang payudara. Oleh karena itu, perempuan dari seluruh jepang akan mampir untuk berdoa untuk menyembuhkan dan obat. Rupanya ini bisa berkisar dari masalah menyusui, untuk pengobatan kanker, tetapi ada orang-orang yang meminta Dewi Payudara membuat payudaranya menjadi lebih besar. Hal-hal dungu-seperti yang menghiasi interior kuil adalah Ema, papan kayu kecil, di mana hamba-hamba menulis doa-doa mereka dan permintaan, dengan harapan bahwa menerima dewa mereka. Harganya sekitar $ 21, dan dapat dipesan secara online, jika Anda tertarik.










Terletak di Kota Soja di Prefektur Okayama Jepang, Kuil Karube didedikasikan untuk Chichigamisama, Dewi Payudara. Dia dipercaya untuk membantu Kelahiran anak, produksi ASI dan bahkan mengobati kanker payudara. Dibangun pada 1678, kuil ini menjadi terkenal karena pohon sakura mati yang masih berdiri di dekatnya.
Tujuannya jelas untuk menutup semua hal tentang payudara. Oleh karena itu, perempuan dari seluruh jepang akan mampir untuk berdoa untuk menyembuhkan dan obat. Rupanya ini bisa berkisar dari masalah menyusui, untuk pengobatan kanker, tetapi ada orang-orang yang meminta Dewi Payudara membuat payudaranya menjadi lebih besar. Hal-hal dungu-seperti yang menghiasi interior kuil adalah Ema, papan kayu kecil, di mana hamba-hamba menulis doa-doa mereka dan permintaan, dengan harapan bahwa menerima dewa mereka. Harganya sekitar $ 21, dan dapat dipesan secara online, jika Anda tertarik.









Senin, 14 Februari 2011
Abunawas Pintu Akhirat
Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ, la bertanya kepada ulama itu.
"Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya. Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dilihat mata?" Ulama itu berpikir sejenak kemudian ia berkata,
"Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain. Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi dalam tidurnya digigit ular, diganggu dan sebagainya. la juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya. la merasakan hal semacam itu seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal apa yang dilihat serta dialaminya adalah dikelilirigi ular-ular. Maka jika masalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?"
Baginda Raja terkesan dengan penjelasan ulama itu. Baginda masih ikut mendengarkan kuliah itu. Kini ulama itu melanjutkan kuliahnya tentang alam akhirat. Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Salah satu benda-benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking ihdahnya maka satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya. Baginda makin terkesan. Beliau pulang kembali ke istana.
Baginda sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Abu Nawas dipanggil: Setelah menghadap Bagiri
"Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu. Apakah engkau sanggup Abu Nawas?"
"Sanggup Paduka yang mulia." kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu. "Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan."
"Sebutkan syarat itu." kata Baginda Raja.
"Hamba morion Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya."
"Pintu apa?" tanya Baginda belum mengerti. Pintu alam akhirat." jawab Abu Nawas.
"Apa itu?" tanya Baginda ingin tahu.
"Kiamat, wahai Paduka yang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan pintu alam akhirat adalah kiamat. Surga berada di alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan sebuah mahkota di surga, maka dunia harus kiamat teriebih dahulu."
Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam.
Di sela-sela kebingungan Baginda Raja Harun Al Rasyid, Abu Nawas bertanya lagi,
"Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?" Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa, Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya.
Download Filenya disini
Abunawas Hadiah Bagi Tebakan Jitu
Baginda Raja Harun Al Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak ada yang sanggup menemukan jawaban dari dua pertanyaan Baginda. Bahkan para penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu memberi penjelasan yang memuaskan Baginda. Padahal Baginda sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya
Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Baginda menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu. Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.
"Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?" tanya Abu Nawas ingin tahu.
"Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku." kata Baginda.
"Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan hamba."
"Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan kita?" tanya Baginda.
"Di dalam pikiran, wahai Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas tanpa sedikit pun perasaan ragu, "Tuanku yang mulia," lanjut Abu Nawas 'ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas."
Baginda mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan Abu Nawas yang masuk akal. Kemudian Baginda melanjutkan teka-teki yang kedua.
"Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya : bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di laut?"
"Ikan-ikan di laut." jawab Abu Nawas dengan tangkas.
"Bagaimana kau bisa langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?" tanya Baginda heran.
"Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah besar, namun begitu jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pernah rontok, jumlah mereka juga banyak." jawab Abu Nawas meyakinkan.
Seketika itu rasa penasaran yang selama ini menghantui Baginda sirna tak berbekas. Baginda Raja Harun Al Rasyid memberi hadiah Abu Nawas dan istrinya uang yang cukup banyak.
Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak.
Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ, la bertanya kepada ulama itu.
"Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya. Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dilihat mata?" Ulama itu berpikir sejenak kemudian ia berkata,
"Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain. Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi dalam tidurnya digigit ular, diganggu dan sebagainya. la juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya. la merasakan hal semacam itu seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal apa yang dilihat serta dialaminya adalah dikelilirigi ular-ular. Maka jika masalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?"
Baginda Raja terkesan dengan penjelasan ulama itu. Baginda masih ikut mendengarkan kuliah itu. Kini ulama itu melanjutkan kuliahnya tentang alam akhirat. Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Salah satu benda-benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking ihdahnya maka satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya. Baginda makin terkesan. Beliau pulang kembali ke istana.
Baginda sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Abu Nawas dipanggil: Setelah menghadap Bagiri
"Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu. Apakah engkau sanggup Abu Nawas?"
"Sanggup Paduka yang mulia." kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu. "Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan."
"Sebutkan sarat itu." kata Baginda Raja.
"Hamba mohon Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya."
"Pintu apa?" tanya Baginda belum mengerti. Pintu alam akhirat." jawab Abu Nawas.
"Apa itu?" tanya Baginda ingin tahu.
"Kiamat, wahai Padukayang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan pintu alam akhirat adalah kiamat. Surga berada di alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan sebuah mahkota di surga, maka dunia harus kiamat teriebih dahulu."
Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam.
Di sela-sela kebingungan Baginda Raja Harun Al Rasyid, Abu Nawas bertanya lagi,
"Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?" Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa, Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya.
Download Filenya disini
Abunawas Ibu Sejati
Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.
Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.
Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.
Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.
"Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.
"Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?"
"Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perempuan itu serentak.
"Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas mengancam.
Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.
"Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.
Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.
Download Filenya disini
Download Filenya disini
Abunawas Botol Ajaib
Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.
"Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin." kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
"Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil." tanya Abu Nawas.
"Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya." kata Baginda.
Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagaimana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin.
Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak.
Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak lebih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan. la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.
Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap.
Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.
"Bukankah jin itu tidak terlihat?" Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda sedang menunggu kehadirannya.
Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas.
"Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?"
"Sudah Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu.
Baginda menimang-nimang botol itu.
"Mana angin itu, hai Abu Nawas?" tanya Baginda.
"Di dalam, Tuanku yang mulia." jawab Abu Nawas penuh takzim.
"Aku tak melihat apa-apa." kata Baginda Raja.
"Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu." kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.
"Bau apa ini, hai Abu Nawas?!" tanya Baginda marah. "Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol." kata Abu Nawas ketakutan.
Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.
Download Filenya disini
Abunawas Pekerjaan Yang Mustahil
Baginda baru saja membaca kitab tentang kehebatan Raja Sulaiman yang mampu memerintahkan, para jin memindahkan singgasana Ratu Bilqis di dekat istananya. Baginda tiba-tiba merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk melakukan hal yang sama. Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung agar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di sekitar. Dan bukankah hal itu tidak mustahil bisa dilakukan karena ada Abu Nawas yang amat cerdik di negerinya.
Abu Nawas segera dipanggil untuk menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Setelah Abu Nawas dihadapkan, Baginda bersabda,
"Sanggupkah engkau memindahkan istanaku ke atas gunung agar aku lebih leluasa melihat negeriku?" tanya Baginda.
Abu Nawas tidak langsung menjawab. la berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Tidak mungkin menolak perintah Baginda kecuali kalau memang ingin dihukum.
Akhirnya Abu Nawas terpaksa menyanggupi proyek raksasa itu. Ada satu lagi permintaan dari Baginda, pekerjaan itu harus selesai hanya dalam waktu sebulan.
Abu Nawas pulang dengan hati masgul. Setiap malam ia hanya berteman dengan rembulan dan bintang-bintang. Hari-hari dilewati dengan kegundahan. Tak ada hari yang lebih berat dalam hidup Abu Nawas kecuali hari-hari ini.Tetapi pada hari kesembilan ia tidak lagi merasa gundah gulana.
Keesokan harinya Abu Nawas menuju istana. la menghadap Baginda untuk membahas pemindahan istana. Dengan senang hati Baginda akan mendengarkan, apa yang diinginkan Abu Nawas.
"Ampun Tuariku, hamba datang ke sini hanya untuk mengajukan usul untuk memperlancar pekerjaan hamba nanti." kata Abu Nawas.
"Apa usul itu?"
"Hamba akan memindahkan istana Paduka yang mulia tepat pada Hari Raya Idul Qurban yang kebetulan hanya kurang dua puluh hari lagi."
"Kalau hanya usulmu, baiklah." kata Baginda.
"Satu lagi Baginda..... " Abu Nawas menambahkan.
"Apa lagi?" tanya Baginda.
"Hamba mohon Baginda menyembelih sepuluh ekor sapi yang gemuk untuk dibagikan langsung kepada para fakir miskin." kata Abu Nawas.
"Usulmu kuterima." kata Baginda menyetujui.Abu Nawas pulang dengan perasaan riang gembira. Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Toh nanti bila waktunya sudah tiba, ia pasti akan dengan mudah memindahkan istana Baginda Raja. Jangankan hanya memindahkan ke puncak gunung, ke dasar samudera pun Abu Nawas sanggup.
Desas-desus mulai tersebar ke seluruh pelosok negeri. Hampir semua orang harap-harap cemas. Tetapi sebagian besar rakyat merasa yakin atas kemampuan Abu Nawas. Karena selama ini Abu Nawas belum pernah gagal melaksanakan tugas-tugas aneh yang dibebankan di atas pundaknya. Namun ada beberapa orang yang meragukan keberhasilan Abu Nawas kali ini.
Saat-saat yang dinanti-nantikan tiba. Rakyat berbondong-bondong menuju lapangan untuk melakukan salat Hari Raya Idul Qurban. Dan seusai salat, sepuluh sapi sumbangan Baginda Raja disembelih lalu dimasak kemudian segera dibagikan kepada fakir miskin.
Kini giliran Abu Nawas yang harus melaksanakan tugas berat itu. Abu Nawas berjalan menuju istana diikuti oleh rakyat. Sesampai di depan istana Abu Nawas bertanya kepada Baginda Raja,
"Ampun Tuanku yang mulia, apakah istana sudah tidak ada orangnya lagi?"
"Tidak ada." jawab Baginda Raja singkat.
Kemudian Abu Nawas berjalan beberapa langkah mendekati istana. la berdiri sambil memandangi istana. Abu Nawas berdiri mematung seolah-olah ada yang ditunggu. Benar. Baginda Raja akhirnya tidak sabar.
"Abu Nawas, mengapa engkau belum juga mengangkat istanaku?" tanya Baginda Raja.
"Hamba sudah siap sejak tadi Baginda." kata Abu Nawas.
"Apa maksudmu engkau sudah siap sejak tadi? Kalau engkau sudah siap. Lalu apa yang engkau tunggu?" tanya Baginda masih diliputi perasaan heran.
"Hamba menunggu istana Paduka yang mulia diangkat oleh seluruh rakyat yang hadir untuk diletakkan di atas pundak hamba. Setelah itu hamba tentu akan memindahkan istana Paduka yang mulia ke atas gunung sesuai dengan titah Paduka."
Baginda Raja Harun Al Rasyid terpana. Beliau tidak menyangka Abu Nawas masih bisa keluar dari lubang jarum.
Download Filenya disini
Download Filenya disini
Abunawas Mengecoh Monyet
Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. Abu Nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.
"Ada kerumunan apa di sana ?" tanya Abu Nawas.
"Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib."
"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" kata Abu Nawas ingin tahu.
"Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja." kata kawan Abu Nawas menambahkan.
Abu Nawas makin tertarik. la tidak tahan untuk menyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu.
Kini Abu Nawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, sang pemilik monyet dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat monyet itu mengangguk-angguk.
Tidak heran bila banyak diantara para penonton mencoba maju satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat monyet itu mengangguk-angguk, tetapi sia-sia. Monyet itu tetap menggeleng-gelengkan kepala.
Melihat kegigihan monyet itu Abu Nawas semakin penasaran. Hingga ia maju untuk mencoba. Setelah berhadapan dengan binatang itu Abu Nawas bertanya,
"Tahukah engkau siapa aku?" Monyet itu menggeleng.
"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" tanya Abu Nawas lagi. Namun monyet itu tetap menggeleng.
"Apakah engkau takut kepada tuanmu?" tanya Abu Nawas memancing. Monyet itu mulai ragu.
"Bila engkau tetap diam maka akan aku laporkan kepada tuanmu." lanjut Abu Nawas mulai mengancam. Akhirnya monyet itu terpaksa mengangguk-angguk.
Atas keberhasilan Abu Nawas membuat monyet itu mengangguk-angguk maka ia mendapat hadiah berupa uang yang banyak. Bukan main marah pemilik monyet itu hingga ia memukuli binatang yang malang itu. Pemilik monyet itu malu bukan kepalang. Hari berikutnya ia ingin menebus kekalahannya. Kali ini ia melatih monyetnya mengangguk-angguk.
Bahkan ia mengancam akan menghukum berat monyetnya bila sampai bisa dipancing penonton mengangguk-angguk terutama oleh Abu Nawas. Tak peduli apapun pertanyaan yang diajukan.
Saat-saat yang dinantikan tiba. Kini para penonton yang ingin mencoba, harus sanggup membuat monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Maka seperti hari sebelumnya, banyak para penonton tidak sanggup memaksa monyet itu menggeleng-gelengkan kepala. Setelah tidak ada lagi yang ingin mencobanya, Abu Nawas maju. la mengulang pertanyaan yang sama.
"Tahukah engkau siapa daku?" Monyet itu mengangguk.
"Apakah engkau tidak takut kepadaku?" Monyet itu tetap mengangguk.
"Apakah engkau tidak takut kepada tuanmu?" pancing Abu Nawas. Monyet itu tetap mengangguk karena binatang itu lebih takut terhadap ancaman tuannya daripada Abu Nawas.
Akhirnya Abu Nawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsam panas.
"Tahukah engkau apa guna balsam ini?" Monyet itu tetap mengangguk .
"Baiklah, bolehkah kugosokselangkangmu dengan balsam?" Monyet itu mengangguk.
Lalu Abu Nawas menggosok selangkang binatang itu. Tentu saja monyet itu merasa agak kepanasan dan mulai-panik.
Kemudian Abu Nawas mengeluarkan bungkusan yang cukup besar. Bungkusan itu juga berisi balsam.
"Maukah engkau bila balsam ini kuhabiskan untuk menggosok selangkangmu?" Abu Nawas mulai mengancam. Monyet itu mulai ketakutan. Dan rupanya ia lupa ancaman tuannya sehingga ia terpaksa menggeleng-gelengkan kepala sambil mundur beberapa langkah.
Abu Nawas dengan kecerdikan dan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara meruntuhkan kegigihan monyet yang dianggap cerdik.
Ah, jangankan seekor monyet, manusia paling pandai saja bisa dikecoh Abu Nawas!
Download Filenya disini
Download Filenya disini















