Kamis, 27 September 2012

Mensos Malu Tawuran Pelajar Masih Terjadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengaku malu tawuran antarpelajar masih terjadi bahkan sampai hilangnya korban jiwa pada Senin (24/9) lalu, hal itu bisa menjadi salah satu masalah sosial.

"Secara pribadi terus terang saya malu, kita ini bangsa yang besar dan memiliki tokoh-tokoh yang punya semangat juang tinggi melawan penjajah. Tapi pelajar-pelajar kita yang baru tumbuh kembang malah membantai kawan sendiri, apa yang dibanggakan," kata Mensos di Jakarta, Rabu (26/9).

Tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan terjadi Senin (24/9), setelah jam pulang sekolah. Alawy Yusianto Putra (15), siswa kelas X SMAN 6, menjadi korban yang tewas akibat aksi tawuran tersebut.

Mensos menyayangkan masih terjadinya tawuran antarpelajar, sebab menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu dengan logika sederhana semakin orang berpendidikan, orang tidak akan melakukan tawuran. Bahkan di negara lain tawuran antar pelajar tidak terjadi lagi.

Mensos mengatakan, tawuran pelajar antara dua sekolah menengah atas yang berada di ibukota itu sudah sering terjadi dimana semua bisa melihat baik itu pejabat, para ahli dan semua pihak yang seharusnya malu melihat tawuran terus terjadi.

"Karena kejadiannya sangat dekat dengan pusat pemerintahan, jadi tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikannya. Cari akar masalahnya sebab tidak cukup hanya dengan mengucapkan belasungkawa," tambah Mensos.

Tawuran Pelajar Telan Korban di Manggarai

REPUBLIKA.CO.ID, MANGGARAI--Tawuran antarpelajar berujung maut kembali terjadi di ibukota. Kali ini menimpa Deni Januar, (17 tahun), siswa kelas 3 SMA Yayasan Karya 66 (Yakhe). Korban teregang nyawa seusai dianiaya seorang siswa dari SMK Kartika Zeni, Jakarta Timur.

Keterangan saksi, tawuran antarpelajar itu terjadi di Jalan Payakumbuh, Minangkabau, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB. "Banyak siswa SMA berlari-larian," kata seorang petugas parkir di sekitar jalan, Amiruddin (45).

Menurut dia, para siswa yang berlari itu terlihat seusai turun dari bus Metromini 62 jurusan Manggarai-Pasar Minggu. Tiba-tiba, lanjut Amiruddin, salah satu siswa terjatuh karena dikejar sejumlah pelajar yang mengenakan seragam berwarna coklat-coklat.

"Saya kira ditolong," sambung Amiruddin. Siswa yang mengejar malah menyabetkan celurit yang digenggam ke arah siswa yang terjatuh. Benda tajam itu pun dihujam sebanyak dua kali, ke arah perut dan pinggang korban.

Seketika, pelaku langsung lari dan beberapa warga yang melihat langsung menolong korban. Korban sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Namun nahas, korban tidak bisa diselamatkan akibat menderita luka robek serius di bagian perut dan pinggang.

Keterangan dari kerabat korban, Deni tinggal di Jalan Manggis I Rt.04 Rw.05, Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut dia, sekolahnya terlibat aksi tawuran dengan SMK Kartika Zeni, Jakarta Timur.

Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Komisaris Rif Tajudin, menjelaskan, saat ini jasad Deni sedang diperiksa di RS Cipto Mangunkusumo untuk diautopsi.

Rabu, 26 September 2012

8 (delapan ) sumber pemborosan yang mengintai anda

Tanpa sadar sehari-hari kita melakukan pemborosan. Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

1. Telat bayar tagihan
Denda dengan jumlah yang kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa. Jika lembar tagihan belum datang dan tenggat tagihan sudah dekat, sebaiknya hubungi perusahaan bersangkutan untuk mengetahui jumlah tagihan. Apalagi untuk kartu kredit, terlambat bukan hanya membayar denda, tapi juga bunga.

2. Pembelian yang tidak masuk akal
Sering wanita membeli pakaian yang terlalu besar dengan niat membawanya ke tukang jahit. Atau sebaliknya, terlalu kecil dengan harapan suatu saat akan pas di badan setelah diet habis-habisan. Percayalah, hampir sebagian besar kasus ini tidak akan berakhir sesuai rencana. Kemungkinan Anda terlalu sibuk untuk membawa baju tersebut ke tukang jahit atau tak sempat melakukan diet sehingga baju tersebut hanya akan menjadi penghuni abadi lemari Anda.

3. Terlalu sering makan di luar
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Bukan berarti Anda dilarang makan di luar atau ngopi-ngopi bersama teman usai bekerja. Tetapi ketahui batasan Anda dan jika sudah melebihi jatah bulanan, mau tak mau kompensasikan dengan mengurangi pengeluaran lain. Misalnya sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

4. Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Jika Anda harus naik dari lantai dasar ke lantai 6 untuk menuju ATM bank Anda sedangkan di depan mata ada ATM bank lain, jangan mudah tergoda. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya. Pelajari penawaran dari bank Anda. Beberapa bank menawarkan transaksi gratis dengan syarat tertentu.

5. Pembelian impulsif
Diskon atau promosi kartu kredit seringkali menjadi titik lemah para wanita saat berbelanja. Promosi beli satu dapat satu ekstra, potongan harga jika berbelanja dengan jumlah tertentu, atau hadiah spesial dengan pembelanjaan khusus seringkali merupakan penawaran yang sulit ditolak. Memang kedengarannya klasik, tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jika Anda belum bisa membayangkan menggunakan benda tersebut lebih dari dua kali, sebaiknya lupakan saja niat membeli. Bayangkan ada berapa barang di lemari Anda yang belum pernah dipakai, bahkan sekali pun.

6. Benda sekali pakai
Karena ada acara olahraga di kantor, Anda memaksakan diri membeli celana olahraga baru atau membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema pernikahan kawan. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

7. Menggunakan kendaraan untuk jarak dekat
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dengan menggunakan bensin serta kendaraan untuk jarak yang bisa dicapai dengan kaki. Selain hemat, Anda juga membantu mengurangi polusi akibat asap kendaraan.

8. Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika sedang tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru akan terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.

Trik agar gaji tak selalu dan cepat habis

Buat karjayawan seperti aku adalah hal yang biasa jika setelah gajian lansung abis gitu aja duitnya, meskipun gaji sudah naik banyak tanpa punya tabunan apalagi mau buat beli sesuatu yang mahal-mahal. dan untuk kalian yang merasa seperti ini juga, inilah Trik agar gaji tak selalu dan cepat habis yan saya peroleh dari sebuah sumber



atur keuanan agar gaji tak selalu habis  RIE INSPIRASI

Bingung gaji bulanan seringkali habis tak bersisa, bahkan masih pertengahan bulan kita sudah teriak gaji habis. Anda mungkin berdalih kalau semuanya serba mahal dan gaji tidak cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan.
Eits tunggu dulu, jangan-jangan semua itu karena Anda kurang baik dalam mengelola keuangan Anda dan bisa jadi juga dipengaruhi gaya hidup Anda yang boros. Padahal, kalau Anda ingat sebelumnya gaji Anda lebih kecil dari sekarang toh cukup-cukup saja.
Agar kebiasaan ini tidak terus menerus dan merugikan Anda, berikut ada beberapa tips untuk mengelola gaji Anda:
Nabung dulu, jangan tunggu sisanya
Kebanyakan orang menabung ketika sisa gaji hampir habis, ini pemikiran yang salah. Mulailah sekarang menyisihkan gaji Anda sesuai kemampuan untuk ditabung. Anda bisa buka rekening baru tanpa menggunakan ATM atau ikut program tabungan recana yang ada di hampir setiap bank.

Budgeting adalah keharusan
Tiap awal bulan kamu harus membuat budgeting yang rapi agar pengeluaranmu bisa terkontrol. Pisahkan kewajiban seperti misalnya hutang dan cicilan. Untuk asuransi dan tabungan juga harus ada porsinya tersendiri
Disiplin dalam perencanaan keuangan
Jika kamu sudah merencanakan keuangan maka kamu harus berdisiplin. Jika jatah untuk bersenang-senang sudah habis jangan memaksakan diri mengambil porsi dari pos pengeluaran lain.
Belanja sesuai kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.
Batasi penggunaan kartu kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaannya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk.
Jangan remehkan uang receh
Anda tentunya sering menerima kembalian dari swalayan atau sehabis makan di restoran. Coba deh untuk menyimpannya di dompet khusus, uang receh ini bisa Anda gunakan untuk membayar parkir, membeli cemilan atau bisa juga digunakan untuk membeli kebutuhan kecil tak terduga.
Buat dana cadangan
Dana cadangan ini penting banget lho untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga misalnya seperti kondangan, membeli hadiah atau sekedar mengganti ban mobil yang sudah rusak.
Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

sumber