Selasa, 07 Juli 2009

Hindari Flu Babi, Jangan Bepergian Jika Flu

Setelah menunggu beberapa hari hasil konfirmasi mengenai positif tidaknya dua pasien yang diduga terjangkit influenza A-H1N1 alias flu babi, Jumat (3/7/2009) lalu, kedua pasien tersebut yakni Tayla Marlo (14) dan James Antonuccio (8) diperbolehkan pulang karena Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI di Jakarta menyatakan keduanya negatif mengidap influenza tersebut.

Namun selang setengah jam setelah kepulangan kedua bocah itu, ruang Nusa Indah RSUP Sanglah kembali menerima satu pasien terduga influenza A-H1N1. Pasien itu diidentifikasi bernama Richard Clark (26), berkewarganegaraan Inggris. Richard kini berada satu bangsal bersama Troels Munk, 84, yang datang sehari Kamis (2/7) lalu.

Kehadiran Troels dan Richard menambah jumlah pasien yang saat ini dirawat dengan status terduga influenza A-H1N1 dirawat di Sanglah menjadi enam orang. Lima pasien lainnya adalah Ryan wood (23) dan Arron Michael (24), keduanya berkewarganegaraan Australia, Gerry O Brian (43) dengan status kewarganegaraan Jerman, dan Brian Ariel Schargorodsky (22) asal Argentina.

Untuk mengurangi dampak pandemi Flu H1N1, I Gusti Ngurah Mahardika Ahli Virus dan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali, mengatakan agar masyarakat tidak perlu panik. Dia memberikan tip sederhana untuk menghindari serangan flu H1N1 ini yakni:

1. Jangan bepergian jika flu. Istirahat yang baik membantu mengurangi penyebaran dan mempercepat kesembuhan.
2. Lakukan etika batuk dan bersin yakni menutup hidung dan mulut dengan kertas tisu atau sapu tangan.
3. Jika harus bepergian, pakailah masker yang baik!
4. Jika curiga flu H1N1, datangi klinik-klinik kesehatan agar diperiksa.

(abe/jjb/kompas online/jp)


Berita Terkait:
Pelancong Aussie Positif Flu Babi
Bali Tingkatkan Bio Security untuk Tangkal Flu Babi

◄ Newer Post Older Post ►