Selasa, 06 Januari 2009

Pura Bukit Sari di Sangeh

Pura Bukit Sari berada di tengah hutan pala Desa Sangeh, Badung bagian utara. Kawasan pura ini merupakan salah satu obyek wisata yang menggoda. Betapa tidak, pura yang tenang itu tampak seperti sebuah istana yang dikawal oleh ratusan pasukan kera.

Menurut kisah, Pura Bukit Sari dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat dari Raja Mengwi saat itu, Cokorda Sakti Blambangan. Sejak belia Anak Agung Anglurah Made Karang Asem gemar menjalani laku spiritual. Pada suatu malam, saat menjalani pertapaan, ia memperoleh pawisik (ilham) agar mendirikan pura di tengah kawasan hutan pala Sangeh.

Tentang pohon pala di Sangeh, juga ada kisah yang menarik. Menurut mitos, pohon-pohon tersebut berasal dari kawasan Gunung Agung di bagian timur Bali. Segerombolan pohon pala melakukan perjalanan dari Gunung Agung menuju kawasan Bali bagian barat. Sayangnya, di tengah jalan perjalanan tengah malam tersebut terlihat oleh seseorang. Akibatnya, perjalanan gaib itu terhenti. Pohon-pohon tersebut lalu menetap di sana dan berkembang menjadi hutan Sangeh hingga saat ini.

Konon, Sangeh berasal dari dua kata: sang yang berarti orang dan ngeh berarti lihat atau bisa diterjemahkan sebagai dilihat orang.

Kini, kawasan hutan Sangeh dihuni oleh ratusan monyet berwarna abu dan berekor panjang. Populasinya saat ini sekitar 700 ekor. Kawanan monyet itu terbagi dalam tiga kelompok: kelompok barat, tengah, dan timur. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor monyet jantan sebagai rajanya.

Monyet-monyet di kawasan ini cukup jinak. Mereka jarang mendapatkan bahan makanan dengan cara merebut dari pengunjung. Namun, jangan coba-coba membuat monyet itu marah. Apalagi yang marah itu rajanya. Dia akan mencoet memanggil anak buahnya untuk bersama-sama menyerangmu. Ini pernah terjadi pada seorang sutradara sinetron yang tak sengaja menendang raja monyet yang merebut daun pepaya properti salah satu adegan sinstronnya. Si raja monyet yang marah langsung mencoet keras. Tak lama kemudian seluruh anak buahnya termasuk yang masih bayi datang dan menyeringai ke arah si Sutradara Sinetron. Untung saja seorang pawang langsung datang melerai…

Akses
Tidak sulit menjangkau obyek wisata alam yang unik itu. Dari Kuta jaraknya sekitar 45 kilometer. Fasilitas jalan ke arah sana cukup bagus, sehingga dapat kamu jangkau dengan taksi atau kendaraan pribadi.

Tiket
Rp 6 ribu per orang.



◄ Newer Post Older Post ►