Selasa, 06 Januari 2009

Pura Goa Gajah

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, sekitar 26 kilometer dari kota Denpasar. Kawasan ini sangat mudah dicapai karena berada pada jalur wisata Denpasar – Tampaksiring – Danau Batur – Kintamani.

Pura ini dikelilingi oleh persawahan dengan keindahan ngarai sungai Petanu. Di sekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca, Arjuna Metapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain. Namun hingga kini Pura Goa Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti.

Nama Goa Gajah merupakan perpaduan nama Pura Guwa (sebutan masyarakat setempat) dengan nama kuno yang termuat dalam prasasti-prasasti yakni Ergajah dan Lwa Gajah yang diperkirakan nama-nama yang lazim di akhir abad ke-10 sampai akhir abad ke-14 (era Negara Kertagama).

Di pelataran pura terdapat Petirtaan (tempat air suci) kuno yang terbagi atas tiga bilik. Bilik utara dam selatan terdapat arca Pancuran sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca. Sekitar 13 meter sebelah utara Petirtaan, terdapat gua pertapaan berbentuk huruf “T”. Lorong tersebut memiliki lebar 2,75 meter dan tinggi 2 meter. Di kiri-kanan lorong terdapat 15 buah ceruk untuk bersemedi. Pada ceruk paling timur terdapat Trilingga dan di ujung barat terdapat arca Ganeça.

Di halaman Pura Goa Gajah diketemukan pula penggalan-penggalan bangunan yang belum bisa direkonstruksi. Tembok keliling menjadi penanggul tebing disebelah Barat pula ini.

Lebih kurang 100 meter di sebelah selatan Petirtaan terlihat sisa-sisa percandian tebing. Sebagian kaki candi itu masih ada bagian–bagian yang lain telah runtuh ke kaki di depannya. Sebuah Chatra berpayung 13 tergeletak di tepi kaki itu. Badan candi itu memakai hiasan yang sangat indah. Ada pula bagian Chatra bercabang tiga. Dua buah arca Budha dengan sikap Dhynamudra, yaitu duduk bersila dengan kedua telapak tangan di pangkuan dan menghadap ke atas, diletakkan pada sebuah tahta berdekatan dengan ceruk yang hampir jebol. Berhadapan dengan percandian ini terdapat sebuah ceruk pertapaan pula. Di depan ceruk ini dibangun balai peristirahatan dan sebuah kolam.

◄ Newer Post Older Post ►